Kisah Felicia, Lulusan S2 UGM Tercepat dan Keinginannya Menjadi Dosen
Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:41 WIB
loading...
Felicia Servina Djuang (tengah) berhasil lulus S2 Matematika UGM hanya dalam waktu 1 tahun, 1 bulan dan 11 hari. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Masa studi program S2 atau magister biasanya 3 tahun 1 bulan namun Felicia Servina Djuang berhasil lulus S2 Matematika UGM hanya dalam waktu 1 tahun, 1 bulan dan 11 hari. Apa rahasianya?
Pada wisuda program pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025-2026, wisudawan program studi Magister Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini menjadi sorotan karena berhasil menjadi lulusan tercepat jenjang S2.
Baca juga: Kisah Demetria Dahayu, Mahasiswa UGM yang Menjadi Lulusan S1 Tercepat
Lalu apa rahasia kesuksesannya meraih gelar S2 Matematika tercepat di UGM? Ternyata Felicia mengikuti program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemendiktisaintek. Jadi dengan PMDSU memungkinkan mahasiswa bisa menempuh program magister dan doktor hanya dalam Waktu 4 tahun saja.
Menurutnya, perjuangannya itu tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing yang mendorongnya untuk segera menyelesaikan tesis dan lingkungan belajar yang suportif sehingga ia mampu menuntaskan studi S2 Matematikanya dalam kurun Waktu 1 tahun 1 bulan.
“Jadi, sejak semester satu saya mengambil kelas wajib untuk memenuhi SKS sambil mulai mengerjakan tesis. Dengan begitu, keduanya bisa selesai dalam dua semester,” kata dia, mengutip laman UGM, Rabu (29/10/2025).
Baca juga: Sosok Raden Farhan, Wisudawan Terbaik S1 Unpad yang Lulus Kuliah 3,5 Tahun
Selama menyusun penulisan tesis, Felicia mengungkapkan terdapat tantangan tersendiri karena tidak semua penelitian dilakukan di laboratorium, terkhusus dalam bidang matematika. Apalagi mahasiswa matematika lebih banyak melakukan riset berbasis teori dan komputasi, sehingga ide penelitian menjadi faktor utama dalam penyelesaian tesis.
“Kalau di matematika itu kan tidak ada penelitian laboratorium seperti di bidang lain. Jadi kalau tidak dapat ide, bisa mandek. Tapi kalau setiap hari dikerjakan sedikit demi sedikit, pasti akan muncul ide baru,” jelasnya.
Keinginan untuk menjadi dosen, diakui Felicia menjadi alasan untuk dirinya melanjutkan pendidikan S2 sekaligus S3 dengan mengikuti program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Peluang tersebut justru memotivasinya untuk melanjutkan studi untuk meraih gelar S2 dan S3 lebih cepat.
Baca juga: Arif Muazam Jadi Lulusan Tercepat S2 UGM, 1 Tahun 0 Bulan
“Karena adanya kesempatan mengikuti beasiswa yang jarang dibuka, jadi ya sudah diberikan kesempatan untuk ikut. Biasanya untuk menjadi dosen kan diminta lanjut S3, kebetulan programnya terbuka S2 sampai lanjut S3, sehingga peluang untuk jadi dosen lebih besar,” ucapnya.
Selain fokus menyelesaikan tesis, Felicia tetap aktif mengikuti berbagai macam kegiatan akademik di kampus. Ia aktif terlibat menjadi panitia dalam kegiatan ilmiah hingga beberapa kali menjadi presenter dalam seminar dan konferensi di fakultasnya. Meskipun memiliki jadwal yang padat, ia berusaha mengatur waktu dengan sangat disiplin dengan membatasi kegiatan dalam organisasi mahasiswa agar tetap bisa fokus pada studinya.
Ia menilai, kunci utama keberhasilannya dengan konsistensi dan membuat rutinitas harian. Dengan meluangkan waktu setidaknya setiap hari untuk mengerjakan tugas akhir. “Minimal tiap hari harus dipegang. Mau sedikit atau beberapa kalimat, kalau tiap hari dikerjakan pasti selesai,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga sangat mendukung langkahnya untuk menjadi dosen karena sejak SMA ia sudah menunjukkan minat dan kemampuan dalam mengajar, khususnya dalam bidang matematika.
Ketertarikannya dimulai dari pengamatan terhadap metode pengajaran guru di sekolahnya terdahulu yang menurutnya kurang jelas, khususnya pada bidang matematika yang seringkali dianggap sulit oleh banyak siswa.
“Mulai SMA sudah suka ngajar teman-teman SMP, orang tua juga sudah melihat bakat dan potensi saya menjadi pengajar. Jadi menurut orang tua saya aman kalau misalnya mau lanjut jadi dosen,” ungkapnya.
Felicia berpesan kepada mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, setiap mahasiswa UGM memiliki nilai dan potensi dalam dirinya, namun potensi itu hanya akan terlihat jika terus diasah dengan kerja keras dan konsistensi. Ia juga mengingatkan bahwa pentingnya berdiskusi secara rutin dengan dosen pembimbing maupun teman-teman yang suportif untuk mendapatkan ide baru.
Pada wisuda program pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025-2026, wisudawan program studi Magister Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini menjadi sorotan karena berhasil menjadi lulusan tercepat jenjang S2.
Baca juga: Kisah Demetria Dahayu, Mahasiswa UGM yang Menjadi Lulusan S1 Tercepat
Lalu apa rahasia kesuksesannya meraih gelar S2 Matematika tercepat di UGM? Ternyata Felicia mengikuti program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemendiktisaintek. Jadi dengan PMDSU memungkinkan mahasiswa bisa menempuh program magister dan doktor hanya dalam Waktu 4 tahun saja.
Menurutnya, perjuangannya itu tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing yang mendorongnya untuk segera menyelesaikan tesis dan lingkungan belajar yang suportif sehingga ia mampu menuntaskan studi S2 Matematikanya dalam kurun Waktu 1 tahun 1 bulan.
“Jadi, sejak semester satu saya mengambil kelas wajib untuk memenuhi SKS sambil mulai mengerjakan tesis. Dengan begitu, keduanya bisa selesai dalam dua semester,” kata dia, mengutip laman UGM, Rabu (29/10/2025).
Baca juga: Sosok Raden Farhan, Wisudawan Terbaik S1 Unpad yang Lulus Kuliah 3,5 Tahun
Selama menyusun penulisan tesis, Felicia mengungkapkan terdapat tantangan tersendiri karena tidak semua penelitian dilakukan di laboratorium, terkhusus dalam bidang matematika. Apalagi mahasiswa matematika lebih banyak melakukan riset berbasis teori dan komputasi, sehingga ide penelitian menjadi faktor utama dalam penyelesaian tesis.
“Kalau di matematika itu kan tidak ada penelitian laboratorium seperti di bidang lain. Jadi kalau tidak dapat ide, bisa mandek. Tapi kalau setiap hari dikerjakan sedikit demi sedikit, pasti akan muncul ide baru,” jelasnya.
Keinginan untuk menjadi dosen, diakui Felicia menjadi alasan untuk dirinya melanjutkan pendidikan S2 sekaligus S3 dengan mengikuti program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Peluang tersebut justru memotivasinya untuk melanjutkan studi untuk meraih gelar S2 dan S3 lebih cepat.
Baca juga: Arif Muazam Jadi Lulusan Tercepat S2 UGM, 1 Tahun 0 Bulan
“Karena adanya kesempatan mengikuti beasiswa yang jarang dibuka, jadi ya sudah diberikan kesempatan untuk ikut. Biasanya untuk menjadi dosen kan diminta lanjut S3, kebetulan programnya terbuka S2 sampai lanjut S3, sehingga peluang untuk jadi dosen lebih besar,” ucapnya.
Selain fokus menyelesaikan tesis, Felicia tetap aktif mengikuti berbagai macam kegiatan akademik di kampus. Ia aktif terlibat menjadi panitia dalam kegiatan ilmiah hingga beberapa kali menjadi presenter dalam seminar dan konferensi di fakultasnya. Meskipun memiliki jadwal yang padat, ia berusaha mengatur waktu dengan sangat disiplin dengan membatasi kegiatan dalam organisasi mahasiswa agar tetap bisa fokus pada studinya.
Ia menilai, kunci utama keberhasilannya dengan konsistensi dan membuat rutinitas harian. Dengan meluangkan waktu setidaknya setiap hari untuk mengerjakan tugas akhir. “Minimal tiap hari harus dipegang. Mau sedikit atau beberapa kalimat, kalau tiap hari dikerjakan pasti selesai,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga sangat mendukung langkahnya untuk menjadi dosen karena sejak SMA ia sudah menunjukkan minat dan kemampuan dalam mengajar, khususnya dalam bidang matematika.
Ketertarikannya dimulai dari pengamatan terhadap metode pengajaran guru di sekolahnya terdahulu yang menurutnya kurang jelas, khususnya pada bidang matematika yang seringkali dianggap sulit oleh banyak siswa.
“Mulai SMA sudah suka ngajar teman-teman SMP, orang tua juga sudah melihat bakat dan potensi saya menjadi pengajar. Jadi menurut orang tua saya aman kalau misalnya mau lanjut jadi dosen,” ungkapnya.
Felicia berpesan kepada mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, setiap mahasiswa UGM memiliki nilai dan potensi dalam dirinya, namun potensi itu hanya akan terlihat jika terus diasah dengan kerja keras dan konsistensi. Ia juga mengingatkan bahwa pentingnya berdiskusi secara rutin dengan dosen pembimbing maupun teman-teman yang suportif untuk mendapatkan ide baru.
(nnz)
Lihat Juga :