Kunci Sukses Roro Raih Gelar Doktor di UGM dalam Waktu 2 Tahun, Ada Motivasi Khusus?
Kamis, 30 Oktober 2025 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Demetria Dahayu, Mahasiswa UGM yang Menjadi Lulusan S1 Tercepat
Selama menjalani program PMDSU, Roro dituntut menghasilkan tiga publikasi Scopus di tengah penyusunan disertasi. Ia mengaku kunci keberhasilannya adalah manajemen waktu dan komunikasi baik dengan dosen pembimbing. “Jadi saya bisa dibilang beruntung karena bertemu dengan dosen-dosen mendapatkan support serta komunikasi dua arah yang baik,” ujarnya.
Disertasi Roro berjudul “Pengungkapan Perubahan Iklim, Daya Saing, dan Nilai Perusahaan: Peran Lingkungan Hukum”. Penelitiannya membahas bagaimana pengungkapan isu perubahan iklim dapat memengaruhi daya saing dan nilai perusahaan, terutama setelah diterbitkannya standar internasional IFRS S1 dan S2 terkait keberlanjutan. “Saya ingin melihat bagaimana perusahaan merespons regulasi tersebut dengan pendekatan data masa lalu,” jelasnya.
Ke depan, Roro berencana mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti. Ia kini tengah menuntaskan beberapa riset dan proyek penulisan buku bersama profesornya, serta aktif membimbing mahasiswa secara independen.
Menutup kisah inspiratifnya, Roro berpesan kepada para mahasiswa doktoral untuk tetap fokus pada proses dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. “Setiap orang punya timeline masing-masing. Pahami kelebihan dan kelemahan diri, serta tetap semangat mengejar tujuan utama,” pesannya.
Selama menjalani program PMDSU, Roro dituntut menghasilkan tiga publikasi Scopus di tengah penyusunan disertasi. Ia mengaku kunci keberhasilannya adalah manajemen waktu dan komunikasi baik dengan dosen pembimbing. “Jadi saya bisa dibilang beruntung karena bertemu dengan dosen-dosen mendapatkan support serta komunikasi dua arah yang baik,” ujarnya.
Disertasi Roro berjudul “Pengungkapan Perubahan Iklim, Daya Saing, dan Nilai Perusahaan: Peran Lingkungan Hukum”. Penelitiannya membahas bagaimana pengungkapan isu perubahan iklim dapat memengaruhi daya saing dan nilai perusahaan, terutama setelah diterbitkannya standar internasional IFRS S1 dan S2 terkait keberlanjutan. “Saya ingin melihat bagaimana perusahaan merespons regulasi tersebut dengan pendekatan data masa lalu,” jelasnya.
Ke depan, Roro berencana mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti. Ia kini tengah menuntaskan beberapa riset dan proyek penulisan buku bersama profesornya, serta aktif membimbing mahasiswa secara independen.
Menutup kisah inspiratifnya, Roro berpesan kepada para mahasiswa doktoral untuk tetap fokus pada proses dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. “Setiap orang punya timeline masing-masing. Pahami kelebihan dan kelemahan diri, serta tetap semangat mengejar tujuan utama,” pesannya.
(nnz)
Lihat Juga :