Forum IPP Unika Atma Jaya Tekankan Pentingnya Evidence-Based Policy di Indonesia
Sabtu, 01 November 2025 - 12:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, pendidikan kebijakan publik tak hanya soal struktur akademik, tetapi juga soal arah moral dan intelektual. Ia menekankan bahwa kemajuan bidang ini bergantung pada kepemimpinan visioner, komitmen terhadap riset yang bermakna, serta kemitraan lintas disiplin dan lembaga.
"Kepemimpinan tidak hanya datang dari kepala institusi, tapi juga dari para pendidik dan mahasiswa yang berani berpikir visioner demi membangun sistem pendidikan kebijakan yang lebih baik," tegas Thomas.
Diskusi kemudian berlanjut dalam sesi panel yang menghadirkan sembilan narasumber lintas bidang. Panel pertama, bertajuk “Urgensi Pendidikan Kebijakan Publik Lanjutan,” membuka rangkaian dengan paparan dari Kepala Lembaga Administrasi Negara, Muhammad Taufiq, menyusul kemudian Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, serta Founder dan CEO Think Policy, Andhyta Firselly Utami.
Usai menyoroti urgensi pendidikan lanjutan di bidang kebijakan publik, pembahasan berlanjut ke Panel kedua yang mengupas “Peluang dan Tantangan Pendidikan Kebijakan Publik Lanjutan.” Diskusi ini diawali oleh Akademisi School of Government and Public Policy, Dwi Agus Yuliantoro, disambung dengan IPP Senior Research Fellow sekaligus Dosen FEB UAJ, Agustinus Prasetyantoko, kemudian Policy Partnership Lead SKALA, Iskhak Fatonie, dan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo.
"Kepemimpinan tidak hanya datang dari kepala institusi, tapi juga dari para pendidik dan mahasiswa yang berani berpikir visioner demi membangun sistem pendidikan kebijakan yang lebih baik," tegas Thomas.
Diskusi kemudian berlanjut dalam sesi panel yang menghadirkan sembilan narasumber lintas bidang. Panel pertama, bertajuk “Urgensi Pendidikan Kebijakan Publik Lanjutan,” membuka rangkaian dengan paparan dari Kepala Lembaga Administrasi Negara, Muhammad Taufiq, menyusul kemudian Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, serta Founder dan CEO Think Policy, Andhyta Firselly Utami.
Usai menyoroti urgensi pendidikan lanjutan di bidang kebijakan publik, pembahasan berlanjut ke Panel kedua yang mengupas “Peluang dan Tantangan Pendidikan Kebijakan Publik Lanjutan.” Diskusi ini diawali oleh Akademisi School of Government and Public Policy, Dwi Agus Yuliantoro, disambung dengan IPP Senior Research Fellow sekaligus Dosen FEB UAJ, Agustinus Prasetyantoko, kemudian Policy Partnership Lead SKALA, Iskhak Fatonie, dan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo.
(nnz)
Lihat Juga :