Untar Kukuhkan Guru Besar Bidang Manajemen, Bahas Fenomena Konten Digital
Sabtu, 01 November 2025 - 16:41 WIB
loading...
Pengukuhan Prof. Keni sebagai Guru Besar Tetap Universitas Tarumanagara (Untar) bidang Manajemen. Foto/Untar. di Auditorium Kampus I Untar
A
A
A
JAKARTA - Kemajuan teknologi tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab moral dan kebijaksanaan manusia dalam menggunakannya. Teknologi, menurut Prof. Dr. Keni, hanyalah alat untuk mempermudah kehidupan, namun arah serta dampaknya terhadap masyarakat sepenuhnya ditentukan oleh cara manusia memanfaatkannya.
Pandangan tersebut disampaikan Prof. Keni dalam orasi pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap Universitas Tarumanagara (Untar) bidang Manajemen yang digelar di Auditorium Kampus I Untar. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Menelisik Tiga Pilar Pembentuk Preferensi Konten Digital Masyarakat Indonesia.”
Baca juga: Mahasiswa Untar Antusias Ikuti Kuliah Umum Angela Tanoesoedibjo soal Tantangan dan Soft Skill
Dalam orasinya, Prof. Keni mengangkat fenomena sosial yang berkembang pesat di era digital. Ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi dan memproduksi konten digital mencerminkan transformasi besar dalam cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, serta membentuk opini publik.
Menurutnya, integrasi antara teknologi dan kehidupan manusia telah menciptakan realitas baru, di mana konten digital tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk nilai, persepsi, serta keputusan sosial dan ekonomi.
Prof. Keni mengidentifikasi tiga faktor utama yang membentuk perilaku masyarakat dalam memilih dan menonton konten digital, yaitu sikap (attitude), norma subjektif (subjective norm), dan kualitas konten yang dipersepsikan (perceived content quality). Ketiga faktor tersebut, yang berakar pada teori perilaku terencana, berperan penting dalam menjelaskan keputusan individu ketika berinteraksi dengan konten di berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital dan tanggung jawab sosial bagi seluruh pengguna internet agar ekosistem digital tetap sehat dan produktif. Para kreator konten, lanjutnya, perlu menjaga tanggung jawab moral dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai, kualitas, serta relevansi dengan bidang keahlian masing-masing. “Kredibilitas kreator menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik,” tegasnya.
Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Prof. Keni. “Satu tahun saya menjabat sebagai rektor, Prof. Keni menjadi guru besar pertama yang dikukuhkan. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan prestasi akademik, tetapi juga dedikasi terhadap pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Selaras dengan hal itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi menambahkan bahwa langkah dan pemikiran Prof. Keni diharapkan dapat menjadi inspirasi, tidak hanya di lingkungan Untar tetapi juga bagi masyarakat luas. “Kehadiran beliau sebagai guru besar turut memperkuat sumber daya di ranah ekonomi dan bisnis,” ujarnya.
Pengukuhan Prof. Keni dilakukan langsung oleh Rektor Untar dengan penyematan kalung emas sebagai simbol jabatan guru besar.
Pandangan tersebut disampaikan Prof. Keni dalam orasi pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap Universitas Tarumanagara (Untar) bidang Manajemen yang digelar di Auditorium Kampus I Untar. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Menelisik Tiga Pilar Pembentuk Preferensi Konten Digital Masyarakat Indonesia.”
Baca juga: Mahasiswa Untar Antusias Ikuti Kuliah Umum Angela Tanoesoedibjo soal Tantangan dan Soft Skill
Dalam orasinya, Prof. Keni mengangkat fenomena sosial yang berkembang pesat di era digital. Ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi dan memproduksi konten digital mencerminkan transformasi besar dalam cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, serta membentuk opini publik.
Menurutnya, integrasi antara teknologi dan kehidupan manusia telah menciptakan realitas baru, di mana konten digital tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk nilai, persepsi, serta keputusan sosial dan ekonomi.
Prof. Keni mengidentifikasi tiga faktor utama yang membentuk perilaku masyarakat dalam memilih dan menonton konten digital, yaitu sikap (attitude), norma subjektif (subjective norm), dan kualitas konten yang dipersepsikan (perceived content quality). Ketiga faktor tersebut, yang berakar pada teori perilaku terencana, berperan penting dalam menjelaskan keputusan individu ketika berinteraksi dengan konten di berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital dan tanggung jawab sosial bagi seluruh pengguna internet agar ekosistem digital tetap sehat dan produktif. Para kreator konten, lanjutnya, perlu menjaga tanggung jawab moral dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai, kualitas, serta relevansi dengan bidang keahlian masing-masing. “Kredibilitas kreator menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik,” tegasnya.
Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Prof. Keni. “Satu tahun saya menjabat sebagai rektor, Prof. Keni menjadi guru besar pertama yang dikukuhkan. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan prestasi akademik, tetapi juga dedikasi terhadap pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Selaras dengan hal itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi menambahkan bahwa langkah dan pemikiran Prof. Keni diharapkan dapat menjadi inspirasi, tidak hanya di lingkungan Untar tetapi juga bagi masyarakat luas. “Kehadiran beliau sebagai guru besar turut memperkuat sumber daya di ranah ekonomi dan bisnis,” ujarnya.
Pengukuhan Prof. Keni dilakukan langsung oleh Rektor Untar dengan penyematan kalung emas sebagai simbol jabatan guru besar.
(nnz)
Lihat Juga :