TIN 2025: Membangun Manusia Indonesia, Bukan Sekadar Angka Akademik
Rabu, 05 November 2025 - 17:10 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Di tengah hiruk pikuk pembangunan yang serba digital dan berorientasi capaian, Fakultas Psikologi Universitas Pancasila (UP) menggelar sebuah pengingat penting: Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia tidak dibangun hanya dari nilai ijazah. Mereka dibentuk oleh kesehatan mental, karakter yang kuat, dan lingkungan belajar yang humanis.
Inilah pesan utama yang digaungkan dalam Temu Ilmiah Nasional (TIN) 2025, forum akademik yang genap berusia satu dekade. Mengusung tema besar “Peran Psikologi dan Pendidikan dalam Memperkuat Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia,” TIN tahun ini seolah menjadi oasis bagi para peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai penjuru negeri.
Mengembalikan Ilmu ke Akar Kemanusiaan
Ketua Pelaksana TIN 2025, Andi Tenri Faradiba, M.Si., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa ilmu harus kembali kepada manusia. "SDM tidak dibangun hanya melalui kebijakan, tetapi melalui relasi belajar yang aman, etis, dan menghargai nilai kemanusiaan," jelasnya. Forum ini, lanjutnya, adalah ruang untuk memastikan ilmu psikologi dan pendidikan benar-benar menyentuh dan berdampak bagi masyarakat.
Senada, Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., Dekan Fakultas Psikologi UP, menekankan bahwa TIN adalah wujud komitmen perguruan tinggi untuk membawa hasil riset keluar dari 'ruang akademik' dan kembali ke masyarakat melalui layanan pendidikan dan kemitraan. "Kami percaya bahwa ilmu harus kembali kepada manusia. Pertumbuhan jumlah peserta selama satu dekade adalah bukti bahwa dunia akademik membutuhkan ruang untuk saling mendengar, belajar, dan bergerak bersama," tuturnya.
Inilah pesan utama yang digaungkan dalam Temu Ilmiah Nasional (TIN) 2025, forum akademik yang genap berusia satu dekade. Mengusung tema besar “Peran Psikologi dan Pendidikan dalam Memperkuat Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia,” TIN tahun ini seolah menjadi oasis bagi para peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai penjuru negeri.
Mengembalikan Ilmu ke Akar Kemanusiaan
Ketua Pelaksana TIN 2025, Andi Tenri Faradiba, M.Si., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa ilmu harus kembali kepada manusia. "SDM tidak dibangun hanya melalui kebijakan, tetapi melalui relasi belajar yang aman, etis, dan menghargai nilai kemanusiaan," jelasnya. Forum ini, lanjutnya, adalah ruang untuk memastikan ilmu psikologi dan pendidikan benar-benar menyentuh dan berdampak bagi masyarakat.
Senada, Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., Dekan Fakultas Psikologi UP, menekankan bahwa TIN adalah wujud komitmen perguruan tinggi untuk membawa hasil riset keluar dari 'ruang akademik' dan kembali ke masyarakat melalui layanan pendidikan dan kemitraan. "Kami percaya bahwa ilmu harus kembali kepada manusia. Pertumbuhan jumlah peserta selama satu dekade adalah bukti bahwa dunia akademik membutuhkan ruang untuk saling mendengar, belajar, dan bergerak bersama," tuturnya.
Lihat Juga :