Susunan Upacara Bendera Hari Pahlawan 2025 dan Naskah Pidato Resmi
Minggu, 09 November 2025 - 07:27 WIB
loading...
Susunan upacara bendera dan naskah pidato resmi untuk Hari Pahlawan 2025. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025, pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia menetapkan pedoman pelaksanaan Upacara Bendera Hari Pahlawan 10 November 2025 di seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat di Indonesia.
Hari Pahlawantahun ini mengusung Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan, mengusung semangat bagi generasi penerus yang meneladani perjuangan para pahlawan, bergerak maju dengan jiwa nasionalisme.
Baca juga: Sejarah di Balik 10 November Diperingati sebagai Hari Pahlawan
Berikut susunan resmi Upacara Bendera Hari Pahlawan 2025 sebagaimana tercantum dalam pedoman Kementerian Sosial RI:
1. Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
2. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
3. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.
4. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara.
5. Pembacaan Pancasila.
6. Pembacaan Pembukaan UUD 1945.
7. Pembacaan pesan-pesan Pahlawan (ditentukan oleh panitia).
8. Amanat Pembina Upacara.
9. Pembacaan Doa.
10. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
11. Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
12. Upacara selesai.
Baca juga: Hari Pahlawan 2025 Jatuh pada Hari Senin, Apakah Sekolah Libur?
Naskah berikut merupakan teks pidato resmi Menteri Sosial Republik Indonesia yang dapat dibacakan oleh Pembina upacara pada Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 di seluruh Indonesia:
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka,
kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.
Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa:
Pertama, Kesabaran para Pahlawan
Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.
Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.
Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.
Ketiga, pandangan jauh ke depan
Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Merdeka!.
Demikian susunan upacara bendera dan naskah pidato untuk Hari Pahlawan 2025. Semoga bermanfaat.
Hari Pahlawantahun ini mengusung Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan, mengusung semangat bagi generasi penerus yang meneladani perjuangan para pahlawan, bergerak maju dengan jiwa nasionalisme.
Baca juga: Sejarah di Balik 10 November Diperingati sebagai Hari Pahlawan
Berikut susunan resmi Upacara Bendera Hari Pahlawan 2025 sebagaimana tercantum dalam pedoman Kementerian Sosial RI:
Susunan Upacara Bendera Hari Pahlawan 2025
1. Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
2. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
3. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.
4. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara.
5. Pembacaan Pancasila.
6. Pembacaan Pembukaan UUD 1945.
7. Pembacaan pesan-pesan Pahlawan (ditentukan oleh panitia).
8. Amanat Pembina Upacara.
9. Pembacaan Doa.
10. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
11. Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
12. Upacara selesai.
Baca juga: Hari Pahlawan 2025 Jatuh pada Hari Senin, Apakah Sekolah Libur?
Naskah Pidato Menteri Sosial untuk Hari Pahlawan 2025
Naskah berikut merupakan teks pidato resmi Menteri Sosial Republik Indonesia yang dapat dibacakan oleh Pembina upacara pada Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 di seluruh Indonesia:
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka,
kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.
Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa:
Pertama, Kesabaran para Pahlawan
Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.
Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.
Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.
Ketiga, pandangan jauh ke depan
Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Merdeka!.
Demikian susunan upacara bendera dan naskah pidato untuk Hari Pahlawan 2025. Semoga bermanfaat.
(nnz)
Lihat Juga :