Universitas Ternama Korea Selatan Kini Tolak Pelaku Bullying, Berlaku Mulai 2026
Selasa, 11 November 2025 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa universitas menetapkan aturan yang lebih ketat. Kyungpook National University, misalnya, memberikan pengurangan 10 poin untuk pelanggaran Level 1-3, 50 poin untuk Level 4-7, dan hingga 150 poin untuk kasus berat seperti transfer paksa atau pengeluaran sekolah (Level 8-9). Dari 22 pelamar yang ditolak, semuanya gagal memenuhi ambang batas nilai, baik di jalur akademik, seni, olahraga, maupun esai.
Kebijakan serupa kini meluas ke sekolah tinggi pendidikan guru dan kedokteran. Sepuluh universitas pendidikan nasional, termasuk Gyeongin, Busan, dan Seoul National University of Education, mengumumkan bahwa mulai tahun depan pelamar dengan catatan kekerasan – tanpa melihat tingkat kesalahannya – akan otomatis didiskualifikasi.
Perubahan besar ini mencerminkan pergeseran budaya sosial di Korea Selatan. Dahulu, kekerasan di sekolah kerap dianggap hal sepele atau “urusan anak-anak.” Guru lebih memilih mediasi daripada sanksi, dan orang tua didorong untuk berdamai.
Namun, serangkaian kasus besar dalam satu dekade terakhir – mulai dari kasus bunuh diri korban bullying, kesaksian selebritas, meningkatnya perundungan digital, hingga efek sosial dari drama Netflix “The Glory” (2022) – telah mengubah persepsi publik.
Kebijakan serupa kini meluas ke sekolah tinggi pendidikan guru dan kedokteran. Sepuluh universitas pendidikan nasional, termasuk Gyeongin, Busan, dan Seoul National University of Education, mengumumkan bahwa mulai tahun depan pelamar dengan catatan kekerasan – tanpa melihat tingkat kesalahannya – akan otomatis didiskualifikasi.
Perubahan besar ini mencerminkan pergeseran budaya sosial di Korea Selatan. Dahulu, kekerasan di sekolah kerap dianggap hal sepele atau “urusan anak-anak.” Guru lebih memilih mediasi daripada sanksi, dan orang tua didorong untuk berdamai.
Namun, serangkaian kasus besar dalam satu dekade terakhir – mulai dari kasus bunuh diri korban bullying, kesaksian selebritas, meningkatnya perundungan digital, hingga efek sosial dari drama Netflix “The Glory” (2022) – telah mengubah persepsi publik.
(nnz)
Lihat Juga :