Raih Emas Matematika, Siswa SMAK 1 PENABUR Bagikan Tips Belajar agar Lolos OSN
Selasa, 11 November 2025 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mendalami Astronomi, Aldric memperkuat dasar ilmu Fisika dan Matematika, terutama mekanika, optik, dan kalkulus. Ia rajin mengerjakan soal-soal OSN tahun sebelumnya, berdiskusi dengan teman, serta aktif dalam Science Club Astronomy di sekolah. “Saya juga mendapat pelatihan tambahan dari guru-guru untuk mempertajam pemahaman,” ujarnya.
Aldric menambahkan, agar tidak kewalahan, ia membuat jadwal belajar fleksibel dengan skala prioritas. “Saat fokus OSN, saya memang mengurangi waktu bermain, tapi tetap menyisihkan waktu untuk hobi seperti bernyanyi di Smukiez Choir agar tidak stres,” tambahnya.
Bagi para peserta OSN dari SMAK 1 PENABUR, pengalaman kompetisi bukan sekadar soal medali, tetapi juga ajang bertemu teman dari berbagai daerah. “Suasananya kompetitif tapi juga saling mendukung. Ini pengalaman baru yang membuat saya semakin semangat belajar,” kata Aldric.
Jayden menambahkan, tantangan terbesar dalam kompetisi adalah menghadapi soal sulit. “Kalau benar-benar buntu, saya pindah ke soal lain dulu, lalu kembali dengan pikiran segar. Kadang ide muncul setelah berhenti sejenak,” ujarnya.
Ke depan, para siswa berprestasi SMAK 1 PENABUR ini tengah mempersiapkan diri untuk seleksi Pelatnas OSN agar bisa melangkah ke tingkat internasional. “Saya berharap bisa kembali mewakili Indonesia dan melanjutkan studi di universitas dengan lingkungan riset yang kuat,” ujar Jayden.
Sementara Aldric bercita-cita melanjutkan kuliah di bidang teknik mesin dan kelak ingin mengajar untuk menginspirasi generasi muda.
Aldric menambahkan, agar tidak kewalahan, ia membuat jadwal belajar fleksibel dengan skala prioritas. “Saat fokus OSN, saya memang mengurangi waktu bermain, tapi tetap menyisihkan waktu untuk hobi seperti bernyanyi di Smukiez Choir agar tidak stres,” tambahnya.
Makna Kompetisi dan Harapan ke Depan
Bagi para peserta OSN dari SMAK 1 PENABUR, pengalaman kompetisi bukan sekadar soal medali, tetapi juga ajang bertemu teman dari berbagai daerah. “Suasananya kompetitif tapi juga saling mendukung. Ini pengalaman baru yang membuat saya semakin semangat belajar,” kata Aldric.
Jayden menambahkan, tantangan terbesar dalam kompetisi adalah menghadapi soal sulit. “Kalau benar-benar buntu, saya pindah ke soal lain dulu, lalu kembali dengan pikiran segar. Kadang ide muncul setelah berhenti sejenak,” ujarnya.
Ke depan, para siswa berprestasi SMAK 1 PENABUR ini tengah mempersiapkan diri untuk seleksi Pelatnas OSN agar bisa melangkah ke tingkat internasional. “Saya berharap bisa kembali mewakili Indonesia dan melanjutkan studi di universitas dengan lingkungan riset yang kuat,” ujar Jayden.
Sementara Aldric bercita-cita melanjutkan kuliah di bidang teknik mesin dan kelak ingin mengajar untuk menginspirasi generasi muda.
(nnz)
Lihat Juga :