Pembekalan Guru, Tim UNJ Gelar Pelatihan Kuliner di SLB Negeri Bandung Barat
Kamis, 13 November 2025 - 15:21 WIB
loading...
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNJ menggelar pelatihan intensif bagi para guru pembimbing keterampilan SLB Negeri Bandung Barat, Kamis (13/11/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BANDUNG BARAT - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan intensif bagi para guru pembimbing keterampilan SLB Negeri Bandung Barat, Kamis (13/11/2025). Bertempat di Ciptaharga, Kecamatan Cipatat, fokus pelatihan adalah pengolahan aneka roti dan kue, mencakup teknik dasar hingga lanjutan, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Tim UNJ diketuai Tarma beserta rekan timnya Mulyati, Darma Rika Swaramarinda, dan Maya Oktaviani serta beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan keterampilan bagi siswa berkebutuhan khusus. Baca juga: Papan Interaktif Digital di SLB Triguna Bantu Siswa Berkebutuhan Khusus Akses Teknologi
Kegiatan ini menjadi langkah strategis menjawab tantangan yang selama ini dihadapi dalam pelaksanaan program tata boga di sekolah. Dengan pelatihan ini, diharapkan para guru dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih profesional dan relevan dengan kebutuhan industri.
Kepala SLB Negeri Bandung Barat Dewi Wulandari mengapresiasi terhadap pelatihan tersebut. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi guru kami, sehingga mereka dapat membimbing anak-anak dengan lebih profesional dan berdampak," ujarnya.
Suasana pelatihan di SLB Negeri Bandung Barat dipenuhi semangat dan antusiasme para guru pembimbing keterampilan. Mereka menyambut kesempatan ini sebagai momen berharga untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Saya sangat senang bisa mendapatkan ilmu baru. Rasanya seperti penyegaran dari apa yang sudah kami pelajari sebelumnya. Tidak sabar ingin segera mempraktikkannya bersama anak-anak di kelas," ungkap salah satu peserta pelatihan dengan penuh semangat.
Pelatihan ini menjadi ajang peningkatan kompetensi. Juga membangkitkan motivasi para pendidik untuk terus berinovasi dan menginspirasi dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus.
SLB Negeri Bandung Barat sendiri merupakan satu-satunya SLB negeri di Kabupaten Bandung Barat. Sekolah ini menjadi pusat rujukan dan pembinaan bagi SLB lain di wilayah Bandung Barat. Pihak sekolah aktif menjalin kerja sama dengan CSR dan lembaga eksternal untuk meningkatkan fasilitas dan layanan pendidikan, memungkinkan inovasi dalam pembelajaran dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus. Baca juga: Perjuangan Hawa Menempuh 80 Km Setiap Hari Diganjar Gelar Wisudawan Terbaik UNJ
Program keterampilan tata boga menjadi salah satu unggulan di sekolah ini, menawarkan peluang besar bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan praktis dan kemandirian. Namun, di balik semangat pelaksanaannya, program ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan krusial.
Minimnya kompetensi teknis guru pengampu (yang belum memiliki latar belakang profesional di bidang kuliner) menjadi salah satu hambatan utama. Proses pembelajaran pun lebih banyak mengandalkan eksplorasi mandiri melalui internet. Selain itu, keterbatasan alat produksi dan belum optimalnya desain kemasan serta strategi pemasaran turut menghambat potensi produk hasil karya siswa untuk bersaing di pasar.
Tim UNJ diketuai Tarma beserta rekan timnya Mulyati, Darma Rika Swaramarinda, dan Maya Oktaviani serta beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan keterampilan bagi siswa berkebutuhan khusus. Baca juga: Papan Interaktif Digital di SLB Triguna Bantu Siswa Berkebutuhan Khusus Akses Teknologi
Kegiatan ini menjadi langkah strategis menjawab tantangan yang selama ini dihadapi dalam pelaksanaan program tata boga di sekolah. Dengan pelatihan ini, diharapkan para guru dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih profesional dan relevan dengan kebutuhan industri.
Kepala SLB Negeri Bandung Barat Dewi Wulandari mengapresiasi terhadap pelatihan tersebut. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi guru kami, sehingga mereka dapat membimbing anak-anak dengan lebih profesional dan berdampak," ujarnya.
Suasana pelatihan di SLB Negeri Bandung Barat dipenuhi semangat dan antusiasme para guru pembimbing keterampilan. Mereka menyambut kesempatan ini sebagai momen berharga untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Saya sangat senang bisa mendapatkan ilmu baru. Rasanya seperti penyegaran dari apa yang sudah kami pelajari sebelumnya. Tidak sabar ingin segera mempraktikkannya bersama anak-anak di kelas," ungkap salah satu peserta pelatihan dengan penuh semangat.
Pelatihan ini menjadi ajang peningkatan kompetensi. Juga membangkitkan motivasi para pendidik untuk terus berinovasi dan menginspirasi dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus.
SLB Negeri Bandung Barat sendiri merupakan satu-satunya SLB negeri di Kabupaten Bandung Barat. Sekolah ini menjadi pusat rujukan dan pembinaan bagi SLB lain di wilayah Bandung Barat. Pihak sekolah aktif menjalin kerja sama dengan CSR dan lembaga eksternal untuk meningkatkan fasilitas dan layanan pendidikan, memungkinkan inovasi dalam pembelajaran dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus. Baca juga: Perjuangan Hawa Menempuh 80 Km Setiap Hari Diganjar Gelar Wisudawan Terbaik UNJ
Program keterampilan tata boga menjadi salah satu unggulan di sekolah ini, menawarkan peluang besar bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan praktis dan kemandirian. Namun, di balik semangat pelaksanaannya, program ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan krusial.
Minimnya kompetensi teknis guru pengampu (yang belum memiliki latar belakang profesional di bidang kuliner) menjadi salah satu hambatan utama. Proses pembelajaran pun lebih banyak mengandalkan eksplorasi mandiri melalui internet. Selain itu, keterbatasan alat produksi dan belum optimalnya desain kemasan serta strategi pemasaran turut menghambat potensi produk hasil karya siswa untuk bersaing di pasar.
(poe)
Lihat Juga :