UIN Jakarta Dorong Dialog Lintas Iman dan Inovasi Digital Lewat Kuliah Umum Internasional
Jum'at, 14 November 2025 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan satu lagi dari dalam negeri, Professor of Philanthropy UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia.
“Saya sangat senang berada di Indonesia dan melihat bagaimana generasi mudanya memiliki semangat besar untuk memadukan nilai iman dan inovasi. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa spiritualitas dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan teknologi, dan saya percaya inisiatif seperti ini akan menumbuhkan lebih banyak pemimpin berintegritas di masa depan,” kata laki-laki yang akrab disapa Dr. Kim Tan, peraih gelar Ph.D. di bidang Biokimia.
Dr. Kim Tan menekankan pentingnya konsep prosperity with purpose. Di mana kemakmuran yang berakar pada nilai moral dan spiritual, bukan sekadar pencapaian ekonomi.Sementara itu, Dr. Chris Stewart menyoroti bagaimana teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperluas nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan, bukan menggantikannya. Ia menegaskan bahwa perkembangan digital harus memperkuat etika sosial dan solidaritas antar umat.
“Dialog lintas iman seperti ini sangat penting untuk menciptakan fondasi sosial yang kuat di tengah perubahan global yang cepat,” imbuh Dr. Chris.
Dari perspektif sosiologi global, Dr. Ali Qadir menjelaskan mengenai konsep inner universe. Konsep yang menekankan urgensi memahami dunia batin manusia di tengah laju perkembangan teknologi.
“Seperti pesan seorang penyair terkenal: kita telah membaca ribuan buku, namun belum membaca hati kita sendiri. Karena itu, pendidikan modern harus mendorong mahasiswa memadukan ilmu pengetahuan dengan refleksi batin,” tutur Dr. Ali Qadir.
“Saya sangat senang berada di Indonesia dan melihat bagaimana generasi mudanya memiliki semangat besar untuk memadukan nilai iman dan inovasi. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa spiritualitas dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan teknologi, dan saya percaya inisiatif seperti ini akan menumbuhkan lebih banyak pemimpin berintegritas di masa depan,” kata laki-laki yang akrab disapa Dr. Kim Tan, peraih gelar Ph.D. di bidang Biokimia.
Dr. Kim Tan menekankan pentingnya konsep prosperity with purpose. Di mana kemakmuran yang berakar pada nilai moral dan spiritual, bukan sekadar pencapaian ekonomi.Sementara itu, Dr. Chris Stewart menyoroti bagaimana teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperluas nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan, bukan menggantikannya. Ia menegaskan bahwa perkembangan digital harus memperkuat etika sosial dan solidaritas antar umat.
“Dialog lintas iman seperti ini sangat penting untuk menciptakan fondasi sosial yang kuat di tengah perubahan global yang cepat,” imbuh Dr. Chris.
Dari perspektif sosiologi global, Dr. Ali Qadir menjelaskan mengenai konsep inner universe. Konsep yang menekankan urgensi memahami dunia batin manusia di tengah laju perkembangan teknologi.
“Seperti pesan seorang penyair terkenal: kita telah membaca ribuan buku, namun belum membaca hati kita sendiri. Karena itu, pendidikan modern harus mendorong mahasiswa memadukan ilmu pengetahuan dengan refleksi batin,” tutur Dr. Ali Qadir.
Lihat Juga :