Sosok Ellana, Lulus S1 ITB dengan IPK Tertinggi yang Aktif Berorganisasi
Sabtu, 15 November 2025 - 11:02 WIB
loading...
Mahasiswa SBM ITB Ellana Givena Kerrysa berhasil menjadi wisudawan ITB dengan IPK tertinggi. Foto/ITB.
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa SBM ITB Ellana Givena Kerrysa berhasil menjadi wisudawan ITB dengan IPK tertinggi di wisuda Oktober 2025. Mahasiswa yang aktif berorganisasi ini meraih IPK 3.99.
Belajar dengan penuh rasa senang dan komitmen tinggi bisa menjadi rahasia kesuksesan mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) ini memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi seangkatannya.
Baca juga: Kisah Jessie Manopo, Doktor Fisika Termuda ITB dengan Predikat Summa Cumlaude
“Kalau lagi burnout, lebih baik istirahat dan jangan memaksakan diri. Tapi setelah itu, harus lanjut lagi belajar,” pesan dia, dikutip dari laman ITB, Sabtu (15/11/2025).
Ellana tak hanya punya motivasi tinggi untuk kuliah, namun ia pun mempunyai seabrek kegiatan di tengah perkuliahannya yang padat.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Jenderal Hubungan Eksternal, Divisi Partnership Kabinet KM ITB, Dewan Perwakilan Anggota (DPA) KMM bidang Analisis Kebijakan, serta Bendahara Persekutuan Mahasiswa Kristen ITB.
Baca juga: Mahasiswa ITB Teliti Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat
Ketika menghadapi masa-masa sulit menyeimbangkan aktivitasnya, ia pun beristirahat sejenak. Caranya dengan mengurangi melihat media social dan memberikan Waktu pemulihan diri sebelum lanjut perkuliahan.
Hal ini dikarenakan ia tidak ingin mengalami stress dan kelelahan. Tak heran Ellana pun tumbuh menjadi mahasiswa dengan kemampuan interpersonal, manajemen waktu, serta kepemimpinan.
Meski memiliki berbagai tanggung jawab organisasi, Ellana tetap menempatkan akademik sebagai prioritas utama. Ia mengatur waktu berdasarkan skala prioritas dan menyesuaikan keterlibatan organisasi dengan kapasitas dirinya. Prinsip tersebut membantunya tetap konsisten menjaga performa akademik di tengah kesibukan.
Melalui perjalanan akademik dan organisasinya, Ellana belajar pentingnya keseimbangan antara prestasi dan pengembangan diri.
Ia mengaku banyak belajar dari rekan-rekan seperjuangan yang memiliki semangat tinggi dalam belajar dan berorganisasi.
Ellana mengungkapkan, salah satu momen yang paling berkesan selama perkuliahan adalah ketika ia mengikuti proyek penelitian bersama dosen pembimbing untuk menganalisis keberlanjutan sistem sirkulasi reuse dan recycle di Kepulauan Seribu.
Ia mengaku senang karena dapat secara langsung terjun ke lapangan untuk mengamati sistem guna ulang dan mewawancarai stakeholder di sana.
Bagi Ellana, keberhasilan di bangku kuliah tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan untuk beradaptasi, belajar dari pengalaman, serta berani mencoba hal-hal baru.
“Jangan takut memulai hal baru, baik itu organisasi maupun lomba. Dosenku pernah bilang, masa kuliah itu waktu yang pas untuk mencoba, bahkan kalau harus gagal dulu pun tak apa. Karena begitu masuk dunia kerja, risikonya jauh lebih besar. Jadi, nikmati prosesnya, jangan takut gagal, dan jangan menyerah. Serahkan semuanya pada Tuhan, karena saya percaya semua kesuksesan kita datangnya dari Tuhan,” jelasnya.
Ke depan, Ellana berencana untuk mengeksplorasi berbagai bidang yang sesuai dengan minatnya, sebelum melanjutkan studi magister di luar negeri.
Ia berharap dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui pengetahuan yang dimilikinya.
Belajar dengan penuh rasa senang dan komitmen tinggi bisa menjadi rahasia kesuksesan mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) ini memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi seangkatannya.
Baca juga: Kisah Jessie Manopo, Doktor Fisika Termuda ITB dengan Predikat Summa Cumlaude
“Kalau lagi burnout, lebih baik istirahat dan jangan memaksakan diri. Tapi setelah itu, harus lanjut lagi belajar,” pesan dia, dikutip dari laman ITB, Sabtu (15/11/2025).
Ellana tak hanya punya motivasi tinggi untuk kuliah, namun ia pun mempunyai seabrek kegiatan di tengah perkuliahannya yang padat.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Jenderal Hubungan Eksternal, Divisi Partnership Kabinet KM ITB, Dewan Perwakilan Anggota (DPA) KMM bidang Analisis Kebijakan, serta Bendahara Persekutuan Mahasiswa Kristen ITB.
Baca juga: Mahasiswa ITB Teliti Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat
Ketika menghadapi masa-masa sulit menyeimbangkan aktivitasnya, ia pun beristirahat sejenak. Caranya dengan mengurangi melihat media social dan memberikan Waktu pemulihan diri sebelum lanjut perkuliahan.
Hal ini dikarenakan ia tidak ingin mengalami stress dan kelelahan. Tak heran Ellana pun tumbuh menjadi mahasiswa dengan kemampuan interpersonal, manajemen waktu, serta kepemimpinan.
Meski memiliki berbagai tanggung jawab organisasi, Ellana tetap menempatkan akademik sebagai prioritas utama. Ia mengatur waktu berdasarkan skala prioritas dan menyesuaikan keterlibatan organisasi dengan kapasitas dirinya. Prinsip tersebut membantunya tetap konsisten menjaga performa akademik di tengah kesibukan.
Melalui perjalanan akademik dan organisasinya, Ellana belajar pentingnya keseimbangan antara prestasi dan pengembangan diri.
Ia mengaku banyak belajar dari rekan-rekan seperjuangan yang memiliki semangat tinggi dalam belajar dan berorganisasi.
Ellana mengungkapkan, salah satu momen yang paling berkesan selama perkuliahan adalah ketika ia mengikuti proyek penelitian bersama dosen pembimbing untuk menganalisis keberlanjutan sistem sirkulasi reuse dan recycle di Kepulauan Seribu.
Ia mengaku senang karena dapat secara langsung terjun ke lapangan untuk mengamati sistem guna ulang dan mewawancarai stakeholder di sana.
Pesan dan Harapan
Bagi Ellana, keberhasilan di bangku kuliah tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan untuk beradaptasi, belajar dari pengalaman, serta berani mencoba hal-hal baru.
“Jangan takut memulai hal baru, baik itu organisasi maupun lomba. Dosenku pernah bilang, masa kuliah itu waktu yang pas untuk mencoba, bahkan kalau harus gagal dulu pun tak apa. Karena begitu masuk dunia kerja, risikonya jauh lebih besar. Jadi, nikmati prosesnya, jangan takut gagal, dan jangan menyerah. Serahkan semuanya pada Tuhan, karena saya percaya semua kesuksesan kita datangnya dari Tuhan,” jelasnya.
Ke depan, Ellana berencana untuk mengeksplorasi berbagai bidang yang sesuai dengan minatnya, sebelum melanjutkan studi magister di luar negeri.
Ia berharap dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui pengetahuan yang dimilikinya.
(nnz)
Lihat Juga :