Begini Strategi IPB University agar Mahasiswa Bisa Lulus Kuliah Tepat Waktu

Selasa, 18 November 2025 - 15:43 WIB
loading...
Begini Strategi IPB...
Selain monitoring akademik, sejumlah fakultas dan sekolah juga telah menetapkan jadwal seminar terstruktur. Foto/IPB University.
A A A
JAKARTA - Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana, menegaskan bahwa sistem pemantauan berlapis menjadi kunci utama dalam menjaga ketepatan waktu sekaligus kualitas lulusan. Baik itu jenjang sarjana, profesi, hingga pascasarjana.

“Strategi yang paling mendasar adalah sistem monitoring setiap semester. Pemantauan ini berjalan mulai dari tingkat departemen, fakultas, hingga universitas. Gugus Kendali Mutu (GKM) dan Gugus Penjaminan Mutu berperan aktif dalam memastikan progres mahasiswa tetap terukur,” jelas Prof Deni, melalui siaran pers, Selasa (18/11/2025).

Baca juga: Lowongan Besar-Besaran Bank Mandiri Dibuka, Calon Bankir Profesional Merapat!

Selain monitoring akademik, sejumlah fakultas dan sekolah juga telah menetapkan jadwal seminar terstruktur. Dengan sistem ini, mahasiswa dan dosen pembimbing wajib mengikuti jadwal yang ditetapkan, sehingga mengurangi keterlambatan akibat padatnya agenda dosen.

“Ini strategi kedua yang kami terapkan agar proses seminar berjalan lebih efisien,” tambahnya.

Baca juga: Lulusan Lembaga Kursus, Barista Indonesia Ini Raup Gaji Tinggi di Saudi

Di tingkat pascasarjana, keterlibatan aktif dosen pembimbing riset di jenjang S2 dan S3 juga menjadi penentu percepatan kelulusan. Dosen punya peran besar untuk memantau secara rutin progres penelitian mahasiswa.

“Di pascasarjana, riset menjadi inti studi, sehingga peran pembimbing akademik maupun pembimbing penelitian atau yang kini disebut dosen penggerak sangat utama,” katanya.

Pemanfaatan teknologi informasi turut memperkuat sistem pemantauan. Melalui portal akademik, dosen dan mahasiswa dapat memantau perkembangan perkuliahan, pembimbingan, hingga tugas akhir secara real-time. Sistem ini memungkinkan deteksi dini terhadap keterlambatan sehingga dapat segera diberikan peringatan.

Meski fokus pada kelulusan tepat waktu, IPB University tetap menjaga kualitas akademik dan integritas lulusan. Prof Deni menegaskan, mahasiswa dengan nilai akademik rendah atau pelanggaran etika tetap diberi evaluasi ketat.

“Mahasiswa yang memiliki pelanggaran sedang, misalnya mencontek, meskipun IPK (indeks prestasi kumulatif)-nya tinggi tidak bisa lulus cumlaude. Kami menjaga bukan hanya kompetensi akademik, tetapi juga integritas dan sikap,” tegasnya.

Selain itu, IPB University memberikan ruang pengembangan diri melalui Enrichment Course/Program (EC/EP), kegiatan multi aktivitas yang setara dengan 20 satuan kredit semester (SKS). Mahasiswa dapat mengonversi pengalaman magang, aktivitas organisasi kemahasiswaan, hingga prestasi olahraga menjadi bagian dari kurikulum.

Mahasiswa diberikan ruang untuk mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional, juga Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi, yang dapat ditingkatkan substansinya menjadi tugas akhir. Strategi ini akan mengakselerasi mahasiswa lulus tepat waktu, tambahnya.

“Ini bentuk fleksibilitas yang mendukung resiliensi mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap harus cermat memilih EC/EP sesuai minat dan arah pengembangan dirinya,” tuturnya.

Prof Deni mengajak agar mahasiswa IPB University tidak hanya fokus belajar, tetapi juga aktif berorganisasi, memanfaatkan fasilitas kampus, serta bergaul secara sehat.

“Jangan hanya kuliah pulang-kuliah pulang. IPB University sudah menyiapkan ekosistem yang lengkap, tinggal bagaimana mahasiswa bisa memanfaatkannya,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Dana KJMU Sudah Cair,...
Dana KJMU Sudah Cair, 15.825 Mahasiswa Jakarta Terima Bantuan Rp9 Juta per Semester
Pantang Menyerah, Peserta...
Pantang Menyerah, Peserta UTBK 2026 Ini Ujian Pakai Kursi Roda di IPB
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Rekomendasi
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Berita Terkini
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Infografis
Jangan Sampai Keliru!...
Jangan Sampai Keliru! Begini Aturan Minum Suplemen yang Tepat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved