Membesarkan Pemikir Digital: Literasi AI Menjadi Kebutuhan Dasar Pendidikan Anak
Kamis, 20 November 2025 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
Tim Redea Institute dalam pembukaan workshop menekankan bahwa literasi AI merupakan bagian penting dari tujuan utama pembelajaran, yakni membentuk generasi pemimpin yang memiliki regulasi diri kuat dan pandangan ke depan bagi masyarakat.
Tim Redea juga menjelaskan kerangka literasi AI yang telah dikembangkan dan diintegrasikan dengan capaian pembelajaran jangka panjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA. Kerangka ini tidak hanya mengajarkan pola pikir untuk menggunakan AI, tetapi juga cara memahami, mengevaluasi, dan mempertanggungjawabkan penggunaannya.
Literasi AI didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan AI secara bertanggung jawab agar alat seperti ChatGPT dan Gemini dimanfaatkan untuk kebaikan pembelajaran. Pendekatan di sekolah dilakukan secara bertahap:
- Konsumsi: Menggunakan alat sederhana (misalnya Siri atau Bee-Bots).
- Kreasi: Melakukan coding dan pemecahan masalah.
- Invasi: Mendorong siswa mengembangkan solusi teknologi baru.
Pendekatan serupa diberikan kepada orang tua melalui sesi literasi digital, termasuk pelatihan bersama psikolog mengenai kesehatan emosional saat menggunakan teknologi.
Shelton mengajak para orang tua untuk bereksperimen langsung dengan fenomena bias algoritmik, saat Redea Institute menunjukkan bagaimana model bahasa besar (Large Language Models/LLM) dapat menghasilkan jawaban yang bias secara geopolitik maupun sosial.
Tim Redea juga menjelaskan kerangka literasi AI yang telah dikembangkan dan diintegrasikan dengan capaian pembelajaran jangka panjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA. Kerangka ini tidak hanya mengajarkan pola pikir untuk menggunakan AI, tetapi juga cara memahami, mengevaluasi, dan mempertanggungjawabkan penggunaannya.
Literasi AI didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan AI secara bertanggung jawab agar alat seperti ChatGPT dan Gemini dimanfaatkan untuk kebaikan pembelajaran. Pendekatan di sekolah dilakukan secara bertahap:
- Konsumsi: Menggunakan alat sederhana (misalnya Siri atau Bee-Bots).
- Kreasi: Melakukan coding dan pemecahan masalah.
- Invasi: Mendorong siswa mengembangkan solusi teknologi baru.
Pendekatan serupa diberikan kepada orang tua melalui sesi literasi digital, termasuk pelatihan bersama psikolog mengenai kesehatan emosional saat menggunakan teknologi.
Shelton mengajak para orang tua untuk bereksperimen langsung dengan fenomena bias algoritmik, saat Redea Institute menunjukkan bagaimana model bahasa besar (Large Language Models/LLM) dapat menghasilkan jawaban yang bias secara geopolitik maupun sosial.
Lihat Juga :