Kemendikdasmen Gandeng KRESNA HIMPSI untuk Pemulihan Pascagempa Poso
Rabu, 26 November 2025 - 14:30 WIB
loading...
Korps Relawan Bencana di bawah HIMPSI menyelenggarakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak dan guru terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso. Foto/HIMPSI.
A
A
A
JAKARTA - KRESNA HIMPSI, Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyelenggarakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak dan guru terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso .
Kegiatan ini dibuka pada 19 November 2025 di Aula BPMP Provinsi Sulawesi Tengah, menandai dimulainya upaya terpadu untuk mendukung pemulihan psikologis penyintas bencana serta memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi kondisi darurat di masa yang akan datang.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Tetap Aman dan Nyaman
Kegiatan ini dibuka oleh, Sarjadi, Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen. Dia menjelaskanb, kegiatan ini merupakan respons atas gempa yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 2025. Gempa tersebut berkekuatan sekitar 5,8 SR mengguncang Desa Ueralulu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
Guncangan ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi fisik masyarakat, bangunan sekolah, serta kesehatan psikologis anak-anak dan para guru. "Kemendikdasmen melibatkan HIMPSI sebagai ahli yang memahami bagaimana melihat kondisi psikologis manusia terkait peristiwa yang menimpanya," katanya melalui siaran pers, Rabu (26/11/2025).
Oleh karenanya, sebagai sebagai langkah awal, pada tanggal 18 September 2025 HIMPSI telah melakukan pengukuran dampak psikologis pascabencana terhadap 456 siswa (316 siswa SD dan 119 siswa SMP). Hasil assessment menunjukkan:
Kegiatan ini dibuka pada 19 November 2025 di Aula BPMP Provinsi Sulawesi Tengah, menandai dimulainya upaya terpadu untuk mendukung pemulihan psikologis penyintas bencana serta memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi kondisi darurat di masa yang akan datang.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Tetap Aman dan Nyaman
Kegiatan ini dibuka oleh, Sarjadi, Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen. Dia menjelaskanb, kegiatan ini merupakan respons atas gempa yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 2025. Gempa tersebut berkekuatan sekitar 5,8 SR mengguncang Desa Ueralulu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
Guncangan ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi fisik masyarakat, bangunan sekolah, serta kesehatan psikologis anak-anak dan para guru. "Kemendikdasmen melibatkan HIMPSI sebagai ahli yang memahami bagaimana melihat kondisi psikologis manusia terkait peristiwa yang menimpanya," katanya melalui siaran pers, Rabu (26/11/2025).
Oleh karenanya, sebagai sebagai langkah awal, pada tanggal 18 September 2025 HIMPSI telah melakukan pengukuran dampak psikologis pascabencana terhadap 456 siswa (316 siswa SD dan 119 siswa SMP). Hasil assessment menunjukkan:
Lihat Juga :