Wisuda Universitas Bakrie 2025: Kolaborasi, Adaptivitas, dan Kompetensi Digital Jadi Sorotan
Kamis, 27 November 2025 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Rektor juga memaparkan sejumlah capaian strategis Universitas Bakrie memasuki usia ke-15 tahun, termasuk Akreditasi Institusi Unggul dari BAN-PT, posisi sebagai Top 5 Perguruan Tinggi Swasta terbaik versi Times Higher Education (THE), serta penguatan ekosistem kampus berbasis industri melalui Komite Industri bersama Kelompok Usaha Bakrie. Inisiatif ini dirancang untuk memastikan lulusan memiliki kesiapan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, Ratna Indira Nirwan Bakrie, menyoroti tantangan ketidakseimbangan pasar tenaga kerja yang saat ini dihadapi generasi muda Indonesia. Ia menyampaikan bahwa lulusan Universitas Bakrie dipersiapkan bukan hanya secara akademis, tetapi juga melalui pembekalan soft skills, emotional skills, digital skills, dan experiential learning yang terintegrasi dengan industri.
“Kami meyakini lulusan Universitas Bakrie memiliki kompetensi dan daya saing tinggi sehingga dapat mengatasi tantangan ketidakseimbangan pasar kerja. Hari ini bukanlah akhir, melainkan titik awal perjalanan memasuki masyarakat” ujarnya.
Dalam Orasi Ilmiah, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa generasi Indonesia saat ini hidup di tengah dunia yang penuh peluang sekaligus disrupsi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan di masa depan tidak ditentukan semata oleh kekuatan fisik maupun keunggulan teknis, tetapi oleh kemampuan beradaptasi di tengah dinamika geopolitik, ekonomi, teknologi, demografi, dan krisis iklim.
“Bangsa yang menang bukanlah yang terkuat, tetapi yang paling adaptif. Karena itu, lulusan Universitas Bakrie harus memiliki BAKRIE Spirit: Berani, Adaptif, Kolaboratif, Responsif, Inovatif, dan Empatik” ujar beliau dalam sesi orasi yang disambut antusias civitas akademika.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, Ratna Indira Nirwan Bakrie, menyoroti tantangan ketidakseimbangan pasar tenaga kerja yang saat ini dihadapi generasi muda Indonesia. Ia menyampaikan bahwa lulusan Universitas Bakrie dipersiapkan bukan hanya secara akademis, tetapi juga melalui pembekalan soft skills, emotional skills, digital skills, dan experiential learning yang terintegrasi dengan industri.
“Kami meyakini lulusan Universitas Bakrie memiliki kompetensi dan daya saing tinggi sehingga dapat mengatasi tantangan ketidakseimbangan pasar kerja. Hari ini bukanlah akhir, melainkan titik awal perjalanan memasuki masyarakat” ujarnya.
Dalam Orasi Ilmiah, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa generasi Indonesia saat ini hidup di tengah dunia yang penuh peluang sekaligus disrupsi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan di masa depan tidak ditentukan semata oleh kekuatan fisik maupun keunggulan teknis, tetapi oleh kemampuan beradaptasi di tengah dinamika geopolitik, ekonomi, teknologi, demografi, dan krisis iklim.
“Bangsa yang menang bukanlah yang terkuat, tetapi yang paling adaptif. Karena itu, lulusan Universitas Bakrie harus memiliki BAKRIE Spirit: Berani, Adaptif, Kolaboratif, Responsif, Inovatif, dan Empatik” ujar beliau dalam sesi orasi yang disambut antusias civitas akademika.
Lihat Juga :