Rahasia Belajar Sania, Wisudawan Sarjana Ilmu Komputer UGM dengan IPK Tertinggi
Selasa, 02 Desember 2025 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
“Banyak hal yang kupelajari bahkan tidak diajarkan di kampus, tapi dari situ aku dapat banyak insight baru,” tuturnya.
Sania menyebut konsistensi dalam mencatat materi kuliah menjadi cara belajar paling efektif yang membantunya meraih nilai sempurna. Ia selalu menuliskan penjelasan dosen secara rinci di setiap perkuliahan, sehingga mudah baginya melakukan review materi.
Selain mencatat, ia juga membiasakan diri membaca ulang materi secara mandiri, yang memperkuat pemahamannya di luar kelas. Lingkungan belajar yang suportif dan bimbingan dari dosen juga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya menyelesaikan studi tepat waktu.
Saat menjalani magang, Sania menerapkan manajemen waktu yang ketat. Ia memastikan jam kerja magang dipakai sepenuhnya untuk menyelesaikan tugas-tugas kantor, sementara malam hari ia dedikasikan khusus untuk skripsi maupun urusan akademik lainnya.
“Intinya maksimalkan apa yang bisa dikerjakan pada jam itu. Kalau waktunya kerja ya kerja, kalau waktunya tugas ya tugas,” tegas Sania.
Walau merasa ilmunya masih perlu diasah, Sania berharap dapat berkontribusi kepada masyarakat dengan berbagi pengetahuan. Ia telah lama menyukai kegiatan mengajar dan ingin memperkenalkan konsep teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan riset berbasis teknologi, kepada lebih banyak orang.
“Sejak dulu aku suka mengajar, jadi aku ingin membagikan ilmu tentang bagaimana AI bekerja dan cara membuat penelitian berbasis teknologi,” pungkasnya.
Rahasia IPK 3,98: Konsisten Mencatat dan Rajin Review Materi
Sania menyebut konsistensi dalam mencatat materi kuliah menjadi cara belajar paling efektif yang membantunya meraih nilai sempurna. Ia selalu menuliskan penjelasan dosen secara rinci di setiap perkuliahan, sehingga mudah baginya melakukan review materi.
Selain mencatat, ia juga membiasakan diri membaca ulang materi secara mandiri, yang memperkuat pemahamannya di luar kelas. Lingkungan belajar yang suportif dan bimbingan dari dosen juga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya menyelesaikan studi tepat waktu.
Manajemen Waktu: Fokus Satu Tugas dalam Satu Jam
Saat menjalani magang, Sania menerapkan manajemen waktu yang ketat. Ia memastikan jam kerja magang dipakai sepenuhnya untuk menyelesaikan tugas-tugas kantor, sementara malam hari ia dedikasikan khusus untuk skripsi maupun urusan akademik lainnya.
“Intinya maksimalkan apa yang bisa dikerjakan pada jam itu. Kalau waktunya kerja ya kerja, kalau waktunya tugas ya tugas,” tegas Sania.
Ingin Berbagi Pengetahuan Teknologi dan AI
Walau merasa ilmunya masih perlu diasah, Sania berharap dapat berkontribusi kepada masyarakat dengan berbagi pengetahuan. Ia telah lama menyukai kegiatan mengajar dan ingin memperkenalkan konsep teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan riset berbasis teknologi, kepada lebih banyak orang.
“Sejak dulu aku suka mengajar, jadi aku ingin membagikan ilmu tentang bagaimana AI bekerja dan cara membuat penelitian berbasis teknologi,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :