Pendidikan Joko Widodo, Lulusan UGM yang Jadi Ketua Task Force BRIN untuk Bencana Sumatera
Selasa, 02 Desember 2025 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Banjir Besar Sumatera: Saat 'Untung Cepat' Menjadi Bencana
Untuk air minum, Unir Air Siap Minum (Arsinum) milik BRIN saat ini tengah disiapkan untuk tanggap darurat. Tim survei lapangan dan operasi drone juga disiapkan ke area-area yang belum dapat diakses jalan darat.
Nama Joko Widodo tengah menjadi perhatian saat ini. Bukan hanya ia ditunjuk BRIN untuk menangani bencana Sumatera namun juga kesamaan Namanya dengan mantan Presiden RI Joko Widodo. Berikut riwayat pendidikannya yang dikutip dari akun Linkedin dan laman BRIN.
Joko Widodo S.Si., M.Si., Ph.D. merupakan salah satu peneliti Indonesia yang kiprahnya di bidang teknologi penginderaan jauh, khususnya Synthetic Aperture Radar (SAR), telah meluas hingga level internasional. Perjalanan akademiknya yang panjang dan konsisten menjadi fondasi utama bagi berbagai kontribusinya di dunia riset geospasial dan sains lingkungan.
Perjalanan pendidikannya dimulai di Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat ia merampungkan gelar Sarjana Geografi pada periode 1993–1999. Minatnya terhadap kajian lingkungan dan fenomena kebumian membawanya melanjutkan studi Magister Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia pada 2009–2011.
Dorongan untuk memperdalam kompetensi di bidang teknologi radar kemudian mengantar Joko melanjutkan pendidikan doktoral di Chiba University, Jepang. Ia meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Microwave Remote Sensing–Synthetic Aperture Radar, sebuah disiplin ilmiah yang sangat dibutuhkan untuk pemetaan bencana, monitoring lingkungan, hingga manajemen sumber daya alam.
Untuk air minum, Unir Air Siap Minum (Arsinum) milik BRIN saat ini tengah disiapkan untuk tanggap darurat. Tim survei lapangan dan operasi drone juga disiapkan ke area-area yang belum dapat diakses jalan darat.
Profil Ketua Task Force BRIN Joko Widodo
Nama Joko Widodo tengah menjadi perhatian saat ini. Bukan hanya ia ditunjuk BRIN untuk menangani bencana Sumatera namun juga kesamaan Namanya dengan mantan Presiden RI Joko Widodo. Berikut riwayat pendidikannya yang dikutip dari akun Linkedin dan laman BRIN.
Joko Widodo S.Si., M.Si., Ph.D. merupakan salah satu peneliti Indonesia yang kiprahnya di bidang teknologi penginderaan jauh, khususnya Synthetic Aperture Radar (SAR), telah meluas hingga level internasional. Perjalanan akademiknya yang panjang dan konsisten menjadi fondasi utama bagi berbagai kontribusinya di dunia riset geospasial dan sains lingkungan.
Perjalanan pendidikannya dimulai di Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat ia merampungkan gelar Sarjana Geografi pada periode 1993–1999. Minatnya terhadap kajian lingkungan dan fenomena kebumian membawanya melanjutkan studi Magister Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia pada 2009–2011.
Dorongan untuk memperdalam kompetensi di bidang teknologi radar kemudian mengantar Joko melanjutkan pendidikan doktoral di Chiba University, Jepang. Ia meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Microwave Remote Sensing–Synthetic Aperture Radar, sebuah disiplin ilmiah yang sangat dibutuhkan untuk pemetaan bencana, monitoring lingkungan, hingga manajemen sumber daya alam.
Lihat Juga :