Pendidikan Joko Widodo, Lulusan UGM yang Jadi Ketua Task Force BRIN untuk Bencana Sumatera
Selasa, 02 Desember 2025 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Kompetensi akademiknya terus berkembang seiring pengalaman profesionalnya yang panjang. Joko telah aktif sebagai peneliti di INASAR – Indonesia Synthetic Aperture Radar Information Center sejak 2002.
Selama lebih dari dua dekade, ia terlibat dalam berbagai proyek riset strategis yang berfokus pada pengolahan data radar, interferometri, serta penerapannya untuk kajian kebencanaan.
Keahliannya pada teknologi Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) dan Environmental Impact Assessment menjadikannya salah satu rujukan nasional dalam analisis perubahan permukaan bumi.
Kiprahnya tidak hanya terbatas di tingkat nasional. Sejak September 2020, Joko berperan sebagai Collaborative Researcher di JMRSL, CEReS, Chiba University, Jepang. Kolaborasi tersebut memperkuat hubungan riset internasional sekaligus membuka ruang kontribusi bagi pengembangan metode penginderaan jauh berbasis radar.
Pada Januari 2023, ia kembali dipercaya sebagai Guest Visiting Researcher di Muroran Institute of Technology, Hokkaido, Jepang, memperluas jejaring akademik serta memperdalam penelitian yang berfokus pada pemanfaatan radar mikrogelombang.
Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman riset lebih dari 20 tahun, Joko Widodo memiliki rekam jejak ilmiah yang diakui secara global. Hal itu tercermin dari capaian h-index Scopus sebesar 8 dan Google Scholar sebesar 10—indikator produktivitas dan dampak publikasi ilmiahnya dalam komunitas akademik dunia.
Selama lebih dari dua dekade, ia terlibat dalam berbagai proyek riset strategis yang berfokus pada pengolahan data radar, interferometri, serta penerapannya untuk kajian kebencanaan.
Keahliannya pada teknologi Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) dan Environmental Impact Assessment menjadikannya salah satu rujukan nasional dalam analisis perubahan permukaan bumi.
Kiprahnya tidak hanya terbatas di tingkat nasional. Sejak September 2020, Joko berperan sebagai Collaborative Researcher di JMRSL, CEReS, Chiba University, Jepang. Kolaborasi tersebut memperkuat hubungan riset internasional sekaligus membuka ruang kontribusi bagi pengembangan metode penginderaan jauh berbasis radar.
Pada Januari 2023, ia kembali dipercaya sebagai Guest Visiting Researcher di Muroran Institute of Technology, Hokkaido, Jepang, memperluas jejaring akademik serta memperdalam penelitian yang berfokus pada pemanfaatan radar mikrogelombang.
Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman riset lebih dari 20 tahun, Joko Widodo memiliki rekam jejak ilmiah yang diakui secara global. Hal itu tercermin dari capaian h-index Scopus sebesar 8 dan Google Scholar sebesar 10—indikator produktivitas dan dampak publikasi ilmiahnya dalam komunitas akademik dunia.
(nnz)
Lihat Juga :