Kisah Farras Ulinnuha, Wisudawan S1 Kedokteran UGM yang Lulus di Usia 19 Tahun
Kamis, 04 Desember 2025 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pernah Dipandang Sebelah Mata, Kini Rizky Jadi Doktor Termuda UGM di Usia 25 Tahun
“Di awal kuliah, penyesuaian berjalan tidak selalu mulus, tetapi perlahan saya menemukan ritme yang tepat,” kenangnya.
Ketertarikannya pada dunia kedokteran tumbuh sejak kecil. Ia kerap menemani ibunya bekerja di rumah sakit dan membantu di klinik keluarga, membuatnya familiar dengan dunia medis. Ia berharap bisa melanjutkan profesi sebagai dokter dan kembali pulang ke Lampung untuk membantu masyarakat di sana.
“Jadi dari dulu saya sudah familiar dengan dunia kedokteran. Saat tahu UGM, saya pikir saya bisa belajar disana dan ingin jadi dokter agar tingkat layanan kesehatan di Indonesia bisa lebih merata,” katanya.
Baca juga: Kisah Amanda Eka Lupita, Wisudawan Termuda S2 UGM di Usia 22 Tahun
Memasuki dunia kampus, Farras mencoba membangun keseimbangan dengan aktif berorganisasi di lingkungan fakultas. Ia bergabung dengan organisasi Asian Medical Students Association (AMSA) dan Center for Indonesian Medical Students Activities(CIMSA), ruang yang memberinya kesempatan mempelajari hal baru di luar kelas tanpa tekanan.
“Di awal kuliah, penyesuaian berjalan tidak selalu mulus, tetapi perlahan saya menemukan ritme yang tepat,” kenangnya.
Ketertarikannya pada dunia kedokteran tumbuh sejak kecil. Ia kerap menemani ibunya bekerja di rumah sakit dan membantu di klinik keluarga, membuatnya familiar dengan dunia medis. Ia berharap bisa melanjutkan profesi sebagai dokter dan kembali pulang ke Lampung untuk membantu masyarakat di sana.
“Jadi dari dulu saya sudah familiar dengan dunia kedokteran. Saat tahu UGM, saya pikir saya bisa belajar disana dan ingin jadi dokter agar tingkat layanan kesehatan di Indonesia bisa lebih merata,” katanya.
Baca juga: Kisah Amanda Eka Lupita, Wisudawan Termuda S2 UGM di Usia 22 Tahun
Memasuki dunia kampus, Farras mencoba membangun keseimbangan dengan aktif berorganisasi di lingkungan fakultas. Ia bergabung dengan organisasi Asian Medical Students Association (AMSA) dan Center for Indonesian Medical Students Activities(CIMSA), ruang yang memberinya kesempatan mempelajari hal baru di luar kelas tanpa tekanan.
Lihat Juga :