Mendikdasmen Serukan Kebangkitan Pendidikan di Sumatera Usai Bencana
Sabtu, 06 Desember 2025 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
SMPN 1 Tanjung Raya merupakan salah satu dari 423 sekolah di Sumatera Barat yang terdampak banjir (berdasarkan data per 5 Desember 2025). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana lebih dari Rp5,7 miliar untuk bantuan operasional pendidikan untuk satuan pendidikan yang terdampak di Provinsi Sumbar.
Bantuan itu secara simbolis diserahkan oleh Mendikdasmen kepada 22 perwakilan sekolah dari berbagai jenjang yang hadir di SMPN 1 Tanjung Raya. Besaran bantuan operasional mencakup Rp10 juta untuk PAUD, Rp15 juta untuk SD, Rp20 juta untuk SMP, serta Rp25 juta untuk SMA dan SMK. Untuk memastikan ketepatan penyaluran, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah akan melakukan verifikasi faktual ke seluruh sekolah terdampak.
Baca juga: Umrah di Tengah Bencana, Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Ketua DPC Gerindra
Bantuan tahap awal yang diberikan di Sumbar terdiri atas 1.500 paket school kit untuk jenjang PAUD hingga SMA/SMK, 100 paket family kit untuk guru, paket sembako, serta 25 tenda sekolah darurat. Dua tenda telah berdiri dan digunakan sebagai ruang belajar sementara, sementara tenda lainnya akan didirikan sesuai kondisi lokasi. Kehadiran tenda darurat diharapkan dapat mempercepat kembalinya pembelajaran tatap muka di daerah terdampak.
Selain bantuan sarana pendidikan, Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan bagi guru dan murid yang meninggal dunia maupun dirawat di rumah sakit. Enam guru yang meninggal menerima santunan sebesar Rp10 juta per orang, sementara empat guru yang dirawat menerima bantuan Rp5 juta. Untuk peserta didik, santunan sebesar Rp5 juta diberikan kepada 20 murid yang meninggal dunia dan Rp2 juta kepada murid yang sedang menjalani perawatan. Total anggaran santunan dan bantuan pengobatan berjumlah Rp293 juta. Selain itu, Kemendikdasmen menyediakan pinjaman 1 perangkat Starlink untuk mendukung pembelajaran daring, serta lebih dari seribu paket sembako dan 500 paket makanan ringan.
Bantuan itu secara simbolis diserahkan oleh Mendikdasmen kepada 22 perwakilan sekolah dari berbagai jenjang yang hadir di SMPN 1 Tanjung Raya. Besaran bantuan operasional mencakup Rp10 juta untuk PAUD, Rp15 juta untuk SD, Rp20 juta untuk SMP, serta Rp25 juta untuk SMA dan SMK. Untuk memastikan ketepatan penyaluran, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah akan melakukan verifikasi faktual ke seluruh sekolah terdampak.
Baca juga: Umrah di Tengah Bencana, Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Ketua DPC Gerindra
Bantuan tahap awal yang diberikan di Sumbar terdiri atas 1.500 paket school kit untuk jenjang PAUD hingga SMA/SMK, 100 paket family kit untuk guru, paket sembako, serta 25 tenda sekolah darurat. Dua tenda telah berdiri dan digunakan sebagai ruang belajar sementara, sementara tenda lainnya akan didirikan sesuai kondisi lokasi. Kehadiran tenda darurat diharapkan dapat mempercepat kembalinya pembelajaran tatap muka di daerah terdampak.
Selain bantuan sarana pendidikan, Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan bagi guru dan murid yang meninggal dunia maupun dirawat di rumah sakit. Enam guru yang meninggal menerima santunan sebesar Rp10 juta per orang, sementara empat guru yang dirawat menerima bantuan Rp5 juta. Untuk peserta didik, santunan sebesar Rp5 juta diberikan kepada 20 murid yang meninggal dunia dan Rp2 juta kepada murid yang sedang menjalani perawatan. Total anggaran santunan dan bantuan pengobatan berjumlah Rp293 juta. Selain itu, Kemendikdasmen menyediakan pinjaman 1 perangkat Starlink untuk mendukung pembelajaran daring, serta lebih dari seribu paket sembako dan 500 paket makanan ringan.
Lihat Juga :