Cara TK Islam Alazka Tumbuhkan Cinta Budaya dan Aksi Berbagi untuk Seniman Betawi
Sabtu, 06 Desember 2025 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Selain meningkatkan kepercayaan diri, konsep ini dirancang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal sekaligus menanamkan kepedulian sosial sejak dini melalui aksi berbagi bagi pelestarian seni dan budaya Betawi.
Ketua BPPS TK Islam Alazka, Vanni Adriani Puspanegara menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Betawi Culture memiliki nilai pembelajaran yang lebih besar dibanding sekadar pentas seni.
“Pentas Budaya bukan hanya ruang ekspresi, tetapi sarana agar anak-anak belajar berbagi, mengenal, dan mencintai budaya bangsanya. Ketika rasa bangga terhadap budaya tertanam sejak dini, identitas diri mereka akan semakin kuat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan pelestarian budaya sejak usia dini ini menjadi praktik baik yang terus berlanjut demi memperkuat identitas kebudayaan generasi mendatang.
Berbagai atraksi budaya tampil bergantian, mulai dari Palang Pintu, Marawis, Tari Kembang Jatoh, hingga ragam tarian Betawi yang dibawakan oleh seluruh kelompok siswa. Tak hanya pertunjukan, festival juga menyajikan pameran karya kreatif berbahan recycle serta presentasi Eco Brick, sebagai bentuk penguatan kepedulian lingkungan.
Program Charity for Cultural Artist menjadi bagian penting dari acara, menunjukkan dukungan TK Islam Alazka terhadap keberlangsungan seniman Betawi di tengah arus budaya modern.
Di tengah kemeriahan acara, Kepala Sekolah TK Islam Alazka, Hasna Rusliyah, menegaskan bahwa pendidikan karakter di usia dini harus berjalan secara holistik bukan hanya di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang relevan dengan kehidupan anak. Festival budaya menjadi salah satu cara sekolah menanamkan nilai akhlak melalui aktivitas seni, tradisi, dan interaksi sosial.
Ketua BPPS TK Islam Alazka, Vanni Adriani Puspanegara menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Betawi Culture memiliki nilai pembelajaran yang lebih besar dibanding sekadar pentas seni.
“Pentas Budaya bukan hanya ruang ekspresi, tetapi sarana agar anak-anak belajar berbagi, mengenal, dan mencintai budaya bangsanya. Ketika rasa bangga terhadap budaya tertanam sejak dini, identitas diri mereka akan semakin kuat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan pelestarian budaya sejak usia dini ini menjadi praktik baik yang terus berlanjut demi memperkuat identitas kebudayaan generasi mendatang.
Berbagai atraksi budaya tampil bergantian, mulai dari Palang Pintu, Marawis, Tari Kembang Jatoh, hingga ragam tarian Betawi yang dibawakan oleh seluruh kelompok siswa. Tak hanya pertunjukan, festival juga menyajikan pameran karya kreatif berbahan recycle serta presentasi Eco Brick, sebagai bentuk penguatan kepedulian lingkungan.
Program Charity for Cultural Artist menjadi bagian penting dari acara, menunjukkan dukungan TK Islam Alazka terhadap keberlangsungan seniman Betawi di tengah arus budaya modern.
Di tengah kemeriahan acara, Kepala Sekolah TK Islam Alazka, Hasna Rusliyah, menegaskan bahwa pendidikan karakter di usia dini harus berjalan secara holistik bukan hanya di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang relevan dengan kehidupan anak. Festival budaya menjadi salah satu cara sekolah menanamkan nilai akhlak melalui aktivitas seni, tradisi, dan interaksi sosial.
Lihat Juga :