60 Perguruan Tinggi Terdampak Bencana Sumatera, Keringanan UKT dan Beasiswa Diberikan
Selasa, 09 Desember 2025 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, bantuan struktural untuk mahasiswa terdampak, seperti keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, bantuan biaya hidup, hingga pendampingan psikologis, juga telah disalurkan oleh banyak kampus.
Sejumlah perguruan tinggi antara lain Universitas Mataram (Unram), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang telah memberikan Keringanan UKT, beasiswa khusus, bantuan pembelajaran dan logistik, bantuan biaya hidup, serta pendampingan psikososial.
Sebagian besar kegiatan belajar mengajar terhenti akibat akses kampus yang terputus, kerusakan bangunan, pemadaman listrik dan internet, serta kondisi sivitas akademika yang mengungsi atau terdampak secara langsung.
Kementerian juga mencatat jumlah sivitas akademika yang terdampak mencapai 21.911 orang, terdiri 1.179 dosen PTN dan 151 PTS, 1.534 Tenaga Pendidik PTN dan 233 tenaga pendidik PTS, 14.359 Mahasiswa PTN dan 1.875 Mahasiswa PTS. Pendataan detail per provinsi menunjukkan Aceh sebagai wilayah dengan dampak terbesar, disusul Sumbar dan Sumut.
Dari hasil asesmen awal, berbagai fasilitas pendidikan tinggi mengalami kerusakan, meliputi: Ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas penunjang ambruk atau terendam, Peralatan komputer dan sarana pembelajaran rusak, Gedung kampus mengalami keretakan hingga roboh, Akses jalan menuju kampus terputus akibat longsor, Listrik dan jaringan internet belum berfungsi di banyak lokasi.
Pendataan lengkap tingkat kerusakan Sarana dan Prasarana (Sarpras) sedang dilanjutkan oleh perguruan tinggi bersama pemerintah daerah.
Sejumlah perguruan tinggi antara lain Universitas Mataram (Unram), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang telah memberikan Keringanan UKT, beasiswa khusus, bantuan pembelajaran dan logistik, bantuan biaya hidup, serta pendampingan psikososial.
Sebagian besar kegiatan belajar mengajar terhenti akibat akses kampus yang terputus, kerusakan bangunan, pemadaman listrik dan internet, serta kondisi sivitas akademika yang mengungsi atau terdampak secara langsung.
Kementerian juga mencatat jumlah sivitas akademika yang terdampak mencapai 21.911 orang, terdiri 1.179 dosen PTN dan 151 PTS, 1.534 Tenaga Pendidik PTN dan 233 tenaga pendidik PTS, 14.359 Mahasiswa PTN dan 1.875 Mahasiswa PTS. Pendataan detail per provinsi menunjukkan Aceh sebagai wilayah dengan dampak terbesar, disusul Sumbar dan Sumut.
Dari hasil asesmen awal, berbagai fasilitas pendidikan tinggi mengalami kerusakan, meliputi: Ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas penunjang ambruk atau terendam, Peralatan komputer dan sarana pembelajaran rusak, Gedung kampus mengalami keretakan hingga roboh, Akses jalan menuju kampus terputus akibat longsor, Listrik dan jaringan internet belum berfungsi di banyak lokasi.
Pendataan lengkap tingkat kerusakan Sarana dan Prasarana (Sarpras) sedang dilanjutkan oleh perguruan tinggi bersama pemerintah daerah.
Lihat Juga :