Diktisaintek Berdampak, Kampus Aktif Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Sumatera
Jum'at, 12 Desember 2025 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
Di Aceh, Universitas Muslim Indonesia (UMI) menurunkan Tim Bantuan Medis ke Aceh Tamiang. Tim tersebut ditempatkan di Kota Lintang Bawah untuk memberikan layanan kesehatan darurat, pemeriksaan umum, distribusi obat-obatan, serta edukasi kesehatan bagi warga setempat.
Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) mengoperasikan posko medis di Pidie Jaya untuk memberikan layanan kesehatan dalam kondisi fasilitas setempat yang masih terbatas. Universitas Almuslim (Umuslim) di Bireuen menyelenggarakan layanan dapur umum, bantuan kesehatan dasar, pengelolaan logistik, dan kegiatan trauma healing bagi keluarga terdampak banjir.
Universitas Malikussaleh (Unimal) menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke Sawang, Aceh Utara. Himatansi Unimal bersama BEM FTIK Universitas Semarang juga mengirimkan sembako, obat-obatan, dan pakaian ke sejumlah titik terdampak lain. Universitas Bumi Persada (UNBP) melaksanakan kegiatan evakuasi, pemeriksaan kesehatan, dan pendampingan psikososial bersama IPKJI serta Dinas Kesehatan Aceh untuk mendukung kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Di Aceh Barat, mahasiswa Papua dari Universitas Teuku Umar (UTU) memberikan dukungan donasi sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat setempat. Adapun Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Rumah Amal menyalurkan bantuan logistik dan pakaian layak pakai ke Kampung Jabi-Jabi dan Sigrun di Subulussalam untuk menjangkau masyarakat yang terdampak di wilayah perbatasan.
Di Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Fakultas Kedokteran mendirikan posko medis di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang. Posko ini dioperasikan oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), perawat, dan tenaga teknis dengan layanan dominan untuk keluhan infeksi saluran pernapasan. Operasional posko dijadwalkan berlangsung hingga awal 2026 untuk memastikan pendampingan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) mengoperasikan posko medis di Pidie Jaya untuk memberikan layanan kesehatan dalam kondisi fasilitas setempat yang masih terbatas. Universitas Almuslim (Umuslim) di Bireuen menyelenggarakan layanan dapur umum, bantuan kesehatan dasar, pengelolaan logistik, dan kegiatan trauma healing bagi keluarga terdampak banjir.
Universitas Malikussaleh (Unimal) menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke Sawang, Aceh Utara. Himatansi Unimal bersama BEM FTIK Universitas Semarang juga mengirimkan sembako, obat-obatan, dan pakaian ke sejumlah titik terdampak lain. Universitas Bumi Persada (UNBP) melaksanakan kegiatan evakuasi, pemeriksaan kesehatan, dan pendampingan psikososial bersama IPKJI serta Dinas Kesehatan Aceh untuk mendukung kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Di Aceh Barat, mahasiswa Papua dari Universitas Teuku Umar (UTU) memberikan dukungan donasi sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat setempat. Adapun Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Rumah Amal menyalurkan bantuan logistik dan pakaian layak pakai ke Kampung Jabi-Jabi dan Sigrun di Subulussalam untuk menjangkau masyarakat yang terdampak di wilayah perbatasan.
Di Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Fakultas Kedokteran mendirikan posko medis di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang. Posko ini dioperasikan oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), perawat, dan tenaga teknis dengan layanan dominan untuk keluhan infeksi saluran pernapasan. Operasional posko dijadwalkan berlangsung hingga awal 2026 untuk memastikan pendampingan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Lihat Juga :