Rektor UB Dorong Sinergi Danantara dan Kampus untuk Perkuat Hilirisasi Inovasi
Selasa, 16 Desember 2025 - 17:11 WIB
loading...
Kehadiran Danantara sebagai lembaga pengelola investasi diharapkan mampu mengorkestrasi ekosistem industri baru di Indonesia. Foto/Arif Julianto.
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran Danantara sebagai lembaga pengelola investasi diharapkan mampu mengorkestrasi ekosistem industri baru di Tanah Air. Sebab, kemajuan industri akan dengan sendirinya berdampak pada perguruan tinggi sebagai gudangnya inovasi .
Demikian disampaikan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, saat ditemui dalam kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges, yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (13/12/2025).
Baca juga: Pendidikan Letda TNI Rizki Juniansyah, Lifter yang Pecahkan Rekor Dunia SEA Games 2025
"Kami ingin Danantara ini jadi salah satu pendorong untuk munculnya inovasi dan industrialisasi baru. Ketika pendanaan kuat untuk industrialisasi baru, maka perguruan tinggi punya kesempatan melakukan hilirisasi," kata Widodo, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (16/12/2025).
Selain itu, ekosistem industri yang maju dan kuat juga mendorong perguruan tinggi untuk mendesain kurikulum pembelajaran dan penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Widodo menyebut selama ini perguruan tinggi memiliki banyak peneliti, pakar, dan inovasi namun kesulitan melakukan hilirisasi sebab wadah yang disiapkan belum berjalan baik.
Baca juga: Status Mahasiswa Resbob yang Hina Suku Sunda-Viking Dicabut, Kuliah di Mana?
"Kami mendidik sarjana sudah sangat bagus, tapi ketika sudah lulus tidak mudah mencari pekerjaan di bidang masing-masing. Karena ekosistem industri di Indonesia belum berkembang. Kalau industrinya tumbuh, ekosistem yang akan jalan," ujar dia.
"Maka Danantara harus jadi pemecah mata rantai yang selama ini menyebabkan kita tidak mandiri di industri," dia menambahkan.
Diketahui, kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam membahas berbagai hal strategis terkait disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan geopolitik.
Widodo berharap forum yang menjadi rangkaian Dies Natalis ke-63 ini menghasilkan pandangan yang komprehensif, serta melahirkan seperangkat usulan kebijakan (policy brief) untuk mereformasi cara pemerintah dan dunia usaha memandang dinamika global.
Sementara itu selama sesi berlangsung, para panelis mengulas isu strategis seperti ketahanan ekonomi, transformasi energi nasional, penguatan manajemen kebencanaan, serta peran institusi publik dalam menciptakan pemerintahan adaptif.
Mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu negara yang rawan bencana, forum ini juga menghadirkan solusi alternatif dan mendorong sinergi yang lebih kuat antar lembaga terkait, baik dari sektor publik maupun bisnis, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana.
Diskusi berlangsung intens namun tetap mudah dipahami, memberikan gambaran jelas tentang tantangan dan peluang pada 2026. Melalui forum ini, UB menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis negara dan dunia usaha.
Dies Natalis ke-63 juga menjadi refleksi untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan dialog kebijakan yang konstruktif. Acara ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga langkah UB memperkuat perannya dalam membangun masa depan Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
Demikian disampaikan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, saat ditemui dalam kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges, yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (13/12/2025).
Baca juga: Pendidikan Letda TNI Rizki Juniansyah, Lifter yang Pecahkan Rekor Dunia SEA Games 2025
"Kami ingin Danantara ini jadi salah satu pendorong untuk munculnya inovasi dan industrialisasi baru. Ketika pendanaan kuat untuk industrialisasi baru, maka perguruan tinggi punya kesempatan melakukan hilirisasi," kata Widodo, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (16/12/2025).
Selain itu, ekosistem industri yang maju dan kuat juga mendorong perguruan tinggi untuk mendesain kurikulum pembelajaran dan penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Widodo menyebut selama ini perguruan tinggi memiliki banyak peneliti, pakar, dan inovasi namun kesulitan melakukan hilirisasi sebab wadah yang disiapkan belum berjalan baik.
Baca juga: Status Mahasiswa Resbob yang Hina Suku Sunda-Viking Dicabut, Kuliah di Mana?
"Kami mendidik sarjana sudah sangat bagus, tapi ketika sudah lulus tidak mudah mencari pekerjaan di bidang masing-masing. Karena ekosistem industri di Indonesia belum berkembang. Kalau industrinya tumbuh, ekosistem yang akan jalan," ujar dia.
"Maka Danantara harus jadi pemecah mata rantai yang selama ini menyebabkan kita tidak mandiri di industri," dia menambahkan.
Diketahui, kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam membahas berbagai hal strategis terkait disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan geopolitik.
Widodo berharap forum yang menjadi rangkaian Dies Natalis ke-63 ini menghasilkan pandangan yang komprehensif, serta melahirkan seperangkat usulan kebijakan (policy brief) untuk mereformasi cara pemerintah dan dunia usaha memandang dinamika global.
Sementara itu selama sesi berlangsung, para panelis mengulas isu strategis seperti ketahanan ekonomi, transformasi energi nasional, penguatan manajemen kebencanaan, serta peran institusi publik dalam menciptakan pemerintahan adaptif.
Mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu negara yang rawan bencana, forum ini juga menghadirkan solusi alternatif dan mendorong sinergi yang lebih kuat antar lembaga terkait, baik dari sektor publik maupun bisnis, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana.
Diskusi berlangsung intens namun tetap mudah dipahami, memberikan gambaran jelas tentang tantangan dan peluang pada 2026. Melalui forum ini, UB menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis negara dan dunia usaha.
Dies Natalis ke-63 juga menjadi refleksi untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan dialog kebijakan yang konstruktif. Acara ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga langkah UB memperkuat perannya dalam membangun masa depan Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
(nnz)
Lihat Juga :