Didik J. Rachbini: Diskriminasi PTS Bikin Kampus Swasta Mati Bergelimpangan
Kamis, 18 Desember 2025 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Didik menjelaskan, jika PTN dibebaskan mengambil lebih banyak dana dari masyarakat melalui jumlah mahasiswa sebanyak-banyakya, padahal sudah menerima dana besar dari negara maka akan menyingkuirkan peran masyarakat dalam Pendidikan tinggi.
Baca juga: Mendikti Tetapkan Anggaran Honor Peneliti hingga 25 Persen, Berlaku 2026
Selain menerima anggaran negara, tambahnya, masyarakat sekarang membayar dan mendukung anggaran PTN, bahkan sampai 70 persen.
"Lambat laun birokrasi PTN menjadi besar sekali tidak efisien sehingga harus mengeruk dana ganda dari negara (pajak rakyat) dan masyarakat, mengambil mahasiswa sebanyak-banyaknya," imbuhnya.
Cara seperti ini, katanya, dimana PTN menyedot dana dana dari negara sekaligus dari masyarakat merupakan praktek kebijakan yang tidak adil. Ini adalah sistem pendidikan tinggi yang dibiarkan bersaing potong leher (cutthroat competition) antara PTN dan PTS.
Baca juga: Mendikti Tetapkan Anggaran Honor Peneliti hingga 25 Persen, Berlaku 2026
Selain menerima anggaran negara, tambahnya, masyarakat sekarang membayar dan mendukung anggaran PTN, bahkan sampai 70 persen.
"Lambat laun birokrasi PTN menjadi besar sekali tidak efisien sehingga harus mengeruk dana ganda dari negara (pajak rakyat) dan masyarakat, mengambil mahasiswa sebanyak-banyaknya," imbuhnya.
Cara seperti ini, katanya, dimana PTN menyedot dana dana dari negara sekaligus dari masyarakat merupakan praktek kebijakan yang tidak adil. Ini adalah sistem pendidikan tinggi yang dibiarkan bersaing potong leher (cutthroat competition) antara PTN dan PTS.
Lihat Juga :