Mahasiswa Periklanan Polimedia Angkat Isu Air Bersih hingga Kesehatan Mental Anak Muda di ADVICE 2025
Jum'at, 19 Desember 2025 - 14:39 WIB
loading...
Polimedia gelar ADVICE 2025: Polimedia Sustainability Campaigns – Creative Voices for Sustainability Futures. Foto/Dok Polimedia
A
A
A
JAKARTA - Program Studi Periklanan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) menggelar ADVICE 2025: Polimedia Sustainability Campaigns – Creative Voices for Sustainability Futures, pameran kampanye berkelanjutan yang menampilkan 15 proyek kreatif bertema Sustainable Development Goals (SDGs) hasil karya mahasiswa semester lima.
Setiap kampanye mengangkat isu berbeda dari 17 tujuan SDGs dan dikemas dalam bentuk aktivasi kreatif, mulai dari instalasi, permainan interaktif, hingga konten digital yang mudah dibagikan di media sosial.
Kampanye ini juga merupakan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) kolaborasi antara beberapa mata kuliah yakni Komunikasi Pemasaran Terpadu, Eksekusi Kreatif, Desain Situs Web, Produksi Iklan Audio dan Video, Pengelolaan Komunitas dan Influencer, dan Brand Activation. Dosen pengampu yang berkolaborasi diantaranya adalah Rizky Kertanegara, Sartika Ekadyasa, Pahala Basuki, Jefri Rahmadian, Arius Krypton, Seno Pramuadji, Rona Agustin, dan Poppie Ardjani.
Baca Juga : Wenny Yosselina, Ilustrator ITB yang Menjembatani Dunia Anak Disabilitas Lewat Bahasa Visual
Sebagai sebuah SDGs expo, ADVICE 2025 memadukan pameran booth, sesi talkshow, dan berbagai aktivitas partisipatif. Pengunjung diajak berkeliling dari satu kampanye ke kampanye lain, berdialog langsung dengan tim kreator, sekaligus membuat komitmen pribadi untuk menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Rangkaian ini menjadi puncak proses project based learning (PBL), di mana mahasiswa program studi periklanan semester lima mempraktikkan mulai dari riset isu, pemetaan pemangku kepentingan, perancangan pesan, pengembangan key visual, sampai eksekusi kampanye di ruang publik.
Baca Juga : 8 PTN dengan Lulusan Cepat Kerja Versi QS WUR 2026, Pilihan untuk SNPMB 2026
Isu kesehatan mental mahasiswa mendapat sorotan lewat kampanye #gakwaras, yang menyasar SDG 3 (kesehatan dan kesejahteraan). Mengangkat realitas kelelahan, tekanan akademik, dan naik-turunnya emosi yang sering dialami mahasiswa, kampanye ini mengajak pengunjung lebih peka terhadap tanda-tanda kelelahan mental, berani bercerita, mencari bantuan, dan membangun lingkungan kampus yang saling mendukung.
Aktivasi di booth dan konten video pendek di media sosial digunakan untuk mematahkan stigma bahwa membicarakan kesehatan mental adalah bentuk kelemahan, sekaligus mengingatkan bahwa merawat diri adalah bagian penting dari keberlanjutan hidup anak muda.
Selain tiga kampanye tersebut, berbagai isu lain juga diangkat, antara lain literasi keuangan dan kewirausahaan anak muda, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, transisi energi bersih, hingga pelestarian ekosistem air dan hutan. Keseluruhan kampanye memperlihatkan bahwa mahasiswa vokasi di bidang periklanan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Direktur Polimedia, Dr. Tipri Rose Kartika, M.M., mengapresiasi inisiatif Program Studi Periklanan dan mahasiswa dalam mengemas isu-isu SDGs menjadi kampanye yang komunikatif.
“Melalui ADVICE 2025, kita melihat bagaimana ide-ide mahasiswa tumbuh menjadi kampanye nyata yang menyentuh isu air bersih, kualitas udara, sampai kesehatan mental generasi muda. Kampanye seperti Lawan Zomberan, POMOXYGEN, dan #gakwaras menunjukkan bahwa anak-anak kita bukan hanya kreatif secara visual, tetapi juga memahami akar persoalan yang mereka angkat,” ujarnya.
Setiap kampanye mengangkat isu berbeda dari 17 tujuan SDGs dan dikemas dalam bentuk aktivasi kreatif, mulai dari instalasi, permainan interaktif, hingga konten digital yang mudah dibagikan di media sosial.
Kampanye ini juga merupakan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) kolaborasi antara beberapa mata kuliah yakni Komunikasi Pemasaran Terpadu, Eksekusi Kreatif, Desain Situs Web, Produksi Iklan Audio dan Video, Pengelolaan Komunitas dan Influencer, dan Brand Activation. Dosen pengampu yang berkolaborasi diantaranya adalah Rizky Kertanegara, Sartika Ekadyasa, Pahala Basuki, Jefri Rahmadian, Arius Krypton, Seno Pramuadji, Rona Agustin, dan Poppie Ardjani.
Baca Juga : Wenny Yosselina, Ilustrator ITB yang Menjembatani Dunia Anak Disabilitas Lewat Bahasa Visual
Sebagai sebuah SDGs expo, ADVICE 2025 memadukan pameran booth, sesi talkshow, dan berbagai aktivitas partisipatif. Pengunjung diajak berkeliling dari satu kampanye ke kampanye lain, berdialog langsung dengan tim kreator, sekaligus membuat komitmen pribadi untuk menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Rangkaian ini menjadi puncak proses project based learning (PBL), di mana mahasiswa program studi periklanan semester lima mempraktikkan mulai dari riset isu, pemetaan pemangku kepentingan, perancangan pesan, pengembangan key visual, sampai eksekusi kampanye di ruang publik.
Baca Juga : 8 PTN dengan Lulusan Cepat Kerja Versi QS WUR 2026, Pilihan untuk SNPMB 2026
Isu kesehatan mental mahasiswa mendapat sorotan lewat kampanye #gakwaras, yang menyasar SDG 3 (kesehatan dan kesejahteraan). Mengangkat realitas kelelahan, tekanan akademik, dan naik-turunnya emosi yang sering dialami mahasiswa, kampanye ini mengajak pengunjung lebih peka terhadap tanda-tanda kelelahan mental, berani bercerita, mencari bantuan, dan membangun lingkungan kampus yang saling mendukung.
Aktivasi di booth dan konten video pendek di media sosial digunakan untuk mematahkan stigma bahwa membicarakan kesehatan mental adalah bentuk kelemahan, sekaligus mengingatkan bahwa merawat diri adalah bagian penting dari keberlanjutan hidup anak muda.
Selain tiga kampanye tersebut, berbagai isu lain juga diangkat, antara lain literasi keuangan dan kewirausahaan anak muda, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, transisi energi bersih, hingga pelestarian ekosistem air dan hutan. Keseluruhan kampanye memperlihatkan bahwa mahasiswa vokasi di bidang periklanan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Direktur Polimedia, Dr. Tipri Rose Kartika, M.M., mengapresiasi inisiatif Program Studi Periklanan dan mahasiswa dalam mengemas isu-isu SDGs menjadi kampanye yang komunikatif.
“Melalui ADVICE 2025, kita melihat bagaimana ide-ide mahasiswa tumbuh menjadi kampanye nyata yang menyentuh isu air bersih, kualitas udara, sampai kesehatan mental generasi muda. Kampanye seperti Lawan Zomberan, POMOXYGEN, dan #gakwaras menunjukkan bahwa anak-anak kita bukan hanya kreatif secara visual, tetapi juga memahami akar persoalan yang mereka angkat,” ujarnya.
(wur)
Lihat Juga :