Kuliah di Mana Dino Patti Djalal? Mantan Wamenlu dan Dubes RI untuk AS
Selasa, 23 Desember 2025 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Untuk pendidikan tinggi, Dino Patti Djalal menempuh studi di sejumlah universitas ternama dunia. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Carleton University, Ottawa, Kanada. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Politik di Simon Fraser University, Vancouver, Kanada.
Tak berhenti di situ, Dino kemudian menyelesaikan gelar Doktor (Ph.D) Hubungan Internasional di London School of Economics and Political Science (LSE), London, Inggris—salah satu kampus terbaik dunia dalam bidang ilmu sosial dan politik.
Dino Patti Djalal bergabung dengan Departemen Luar Negeri RI pada 1987. Kariernya terbilang melesat, dengan penugasan di London, Dili, dan Washington DC. Namanya dikenal luas publik nasional saat menjadi juru bicara Pemerintah Indonesia dalam referendum PBB di Timor Timur pada 1999.
Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional sekaligus juru bicara presiden selama enam tahun, menjadikannya yang terlama dalam sejarah Indonesia modern.
Ia juga pernah menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (2010–2013) dan Wakil Menteri Luar Negeri RI pada 2014.
Setelah pensiun dari pemerintahan pada 2015, Dino tetap aktif di berbagai forum nasional dan internasional. Ia mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang kini memiliki lebih dari 100 ribu anggota dan menjadi penggagas Conference on Indonesian Foreign Policy, salah satu konferensi kebijakan luar negeri terbesar di dunia.
Dino Patti Djalal juga dikenal sebagai “Bapak Diaspora Indonesia”, penulis 11 buku—termasuk bestseller nasional Harus Bisa—serta aktif dalam berbagai inisiatif perdamaian dan dialog lintas iman di tingkat global.
Tak berhenti di situ, Dino kemudian menyelesaikan gelar Doktor (Ph.D) Hubungan Internasional di London School of Economics and Political Science (LSE), London, Inggris—salah satu kampus terbaik dunia dalam bidang ilmu sosial dan politik.
Jejak Karier Diplomasi
Dino Patti Djalal bergabung dengan Departemen Luar Negeri RI pada 1987. Kariernya terbilang melesat, dengan penugasan di London, Dili, dan Washington DC. Namanya dikenal luas publik nasional saat menjadi juru bicara Pemerintah Indonesia dalam referendum PBB di Timor Timur pada 1999.
Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional sekaligus juru bicara presiden selama enam tahun, menjadikannya yang terlama dalam sejarah Indonesia modern.
Ia juga pernah menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (2010–2013) dan Wakil Menteri Luar Negeri RI pada 2014.
Aktivitas Pasca Pemerintahan
Setelah pensiun dari pemerintahan pada 2015, Dino tetap aktif di berbagai forum nasional dan internasional. Ia mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang kini memiliki lebih dari 100 ribu anggota dan menjadi penggagas Conference on Indonesian Foreign Policy, salah satu konferensi kebijakan luar negeri terbesar di dunia.
Dino Patti Djalal juga dikenal sebagai “Bapak Diaspora Indonesia”, penulis 11 buku—termasuk bestseller nasional Harus Bisa—serta aktif dalam berbagai inisiatif perdamaian dan dialog lintas iman di tingkat global.
(nnz)
Lihat Juga :