Sinergikan PT dan Industri, Kemendikbud Minta Dukungan Diaspora
Rabu, 16 September 2020 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Junior Research Group Leader Technische Universitat Braunschweig Jerman Hutomo Suryo Wasisto menjelaskan, hakikat ilmu pengetahuan dapat digunakan dimanapun, diantaranya ilmu pengetahuan untuk pengetahuan itu sendiri, ilmu pengetahuan untuk publik, ilmu pengetahuan untuk kebijakan, dan ilmu pengetahuan untu ekonomi. Khusus dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19 ini, ilmu pengetahuan untuk ekonomi sangat dibutuhkan dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi agar kembali kokoh. (Baca juga: 27 Kampus Raih Dana Hibah Rp2,7 M untuk Bangkitkan UKM )
"Pada implementasinya aktivitas penelitian di Jerman juga belum sempurna dalam hal research facility. Namun, hal tersebut dapat terjawab dengan kolaborasi yang menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem reka cipta,” papar Hutomo. Misalnya, sinergi diaspora bersama LENA (Laboratory for Emerging Nanometrology) Jerman dalam membangun IG-NANO (Indonesian-German Center for Nano and Quantum Technologies).
“Begitupun research collaboration kami lakukan dengan LIPI dan perguruan tinggi dalam negeri seperti ITB, ITS, dan UGM,” ujarnya.
Selanjutnya, Project Assistant Professor National Taiwan University of Science and Technology Iman Adipurnama menyebutkan, Taiwan memiliki platform bernama GLORIA (Global Research and Industry Alliance) yang memiliki kemiripan dengan platform Kedai Reka yang sedang digagas Ditjen Dikti. Gloria merupakan ekosistem reka cipta yang dikembangkan oleh Kementerian Riset Taiwan.
"Pada implementasinya aktivitas penelitian di Jerman juga belum sempurna dalam hal research facility. Namun, hal tersebut dapat terjawab dengan kolaborasi yang menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem reka cipta,” papar Hutomo. Misalnya, sinergi diaspora bersama LENA (Laboratory for Emerging Nanometrology) Jerman dalam membangun IG-NANO (Indonesian-German Center for Nano and Quantum Technologies).
“Begitupun research collaboration kami lakukan dengan LIPI dan perguruan tinggi dalam negeri seperti ITB, ITS, dan UGM,” ujarnya.
Selanjutnya, Project Assistant Professor National Taiwan University of Science and Technology Iman Adipurnama menyebutkan, Taiwan memiliki platform bernama GLORIA (Global Research and Industry Alliance) yang memiliki kemiripan dengan platform Kedai Reka yang sedang digagas Ditjen Dikti. Gloria merupakan ekosistem reka cipta yang dikembangkan oleh Kementerian Riset Taiwan.
(mpw)
Lihat Juga :