UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKI Paling Produktif Riset Internasional 2025 Versi SciVal
Jum'at, 02 Januari 2026 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Keunggulan UIN Sunan Kalijaga, kata Rektor, tidak hanya terlihat dari kuantitas publikasi, tetapi juga dari dampak ilmiahnya. Dari sisi jumlah sitasi, UIN Sunan Kalijaga kembali mencatatkan performa terbaik dan melanjutkan tren positif yang telah dibangun sejak 2024 dibandingkan PTKIN lain di Indonesia.
Pada 2024, jumlah Sitasi Jurnal Internasional Bereputasi UIN Sunan Kalijaga adalah sebanyak 977 unggul dari UIN Malang yang ada di posisi kedua. Selain itu, dari sisi kualitas terbitan, UIN Sunan Kalijaga juga menempati peringkat pertama dalam jumlah publikasi pada jurnal Scopus Q1.
Baca juga: Hattrick, UI Kampus Terbaik Paling Berkelanjutan di Asia Versi GreenMetric 2025
“Pada 2025, 57,3% karya dosen UIN Sunan Kalijaga terbit di jurnal Q1, yang merepresentasikan jurnal bereputasi tertinggi di tingkat global. Hal ini menunjukkan bahwa riset yang dihasilkan tidak hanya banyak, tetapi juga diakui dan dirujuk secara luas oleh komunitas ilmiah internasional,” sebutnya.
Noorhaidi Hasan menambahkan, UIN Sunan Kalijaga juga menjadi yang terbaik berdasarkan indikator Field-Weighted Citation Impact (FWCI).
FWCI merupakan indikator yang mengukur dampak sitasi publikasi dengan membandingkannya terhadap rata-rata sitasi dunia pada bidang, tahun, dan jenis dokumen yang sama. Nilai FWCI di atas 1 menunjukkan bahwa publikasi suatu institusi disitasi lebih tinggi dari rata-rata global.
“Keunggulan FWCI ini menegaskan bahwa riset UIN Sunan Kalijaga tidak hanya produktif, tetapi juga berkualitas tinggi, relevan secara global, dan memiliki pengaruh akademik yang kuat, sekaligus memperkuat reputasi UIN Sunan Kalijaga di kancah internasional,” jelasnya.
Secara berurutan skor FWCI PTKIN adalah sebagai berikut:
1. UIN Sunan Kalijaga (2,68)
Pada 2024, jumlah Sitasi Jurnal Internasional Bereputasi UIN Sunan Kalijaga adalah sebanyak 977 unggul dari UIN Malang yang ada di posisi kedua. Selain itu, dari sisi kualitas terbitan, UIN Sunan Kalijaga juga menempati peringkat pertama dalam jumlah publikasi pada jurnal Scopus Q1.
Baca juga: Hattrick, UI Kampus Terbaik Paling Berkelanjutan di Asia Versi GreenMetric 2025
“Pada 2025, 57,3% karya dosen UIN Sunan Kalijaga terbit di jurnal Q1, yang merepresentasikan jurnal bereputasi tertinggi di tingkat global. Hal ini menunjukkan bahwa riset yang dihasilkan tidak hanya banyak, tetapi juga diakui dan dirujuk secara luas oleh komunitas ilmiah internasional,” sebutnya.
Noorhaidi Hasan menambahkan, UIN Sunan Kalijaga juga menjadi yang terbaik berdasarkan indikator Field-Weighted Citation Impact (FWCI).
FWCI merupakan indikator yang mengukur dampak sitasi publikasi dengan membandingkannya terhadap rata-rata sitasi dunia pada bidang, tahun, dan jenis dokumen yang sama. Nilai FWCI di atas 1 menunjukkan bahwa publikasi suatu institusi disitasi lebih tinggi dari rata-rata global.
“Keunggulan FWCI ini menegaskan bahwa riset UIN Sunan Kalijaga tidak hanya produktif, tetapi juga berkualitas tinggi, relevan secara global, dan memiliki pengaruh akademik yang kuat, sekaligus memperkuat reputasi UIN Sunan Kalijaga di kancah internasional,” jelasnya.
Secara berurutan skor FWCI PTKIN adalah sebagai berikut:
1. UIN Sunan Kalijaga (2,68)
Lihat Juga :