Profil Sabrina Gonzalez Pasterski, Fisikawan Jenius yang Dijuluki Einstein Modern
Senin, 05 Januari 2026 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Penelitiannya menjadi bagian penting dari PSZ Triangle (Infrared Triangle), konsep fundamental yang menghubungkan simetri ruang-waktu, soft theorems, dan efek memori gelombang gravitasi. Pada 2016, Stephen Hawking mengutip karya Sabrina, sebuah pengakuan luar biasa bagi ilmuwan muda.
Saat ini, Sabrina Gonzalez Pasterski dikenal sebagai pemimpin riset celestial holography, teori yang menyatakan bahwa alam semesta tiga dimensi mungkin merupakan proyeksi holografik dari sistem dua dimensi di batas ruang-waktu.
Pada 2021, ia mendirikan Celestial Holography Initiative di Perimeter Institute for Theoretical Physics, Kanada, dengan dukungan hibah USD 8 juta dari Simons Foundation. Proyek ini menjadi salah satu usaha paling serius untuk menemukan teori quantum gravity.
Dengan reputasi akademik luar biasa, Sabrina menerima tawaran kerja dari NASA dan perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin. Ia juga sempat ditawari posisi profesor dengan paket USD 1,1 juta di Brown University. Namun, semua tawaran itu ia tolak demi fokus pada riset fundamental.
Sabrina memilih bergabung penuh waktu di Perimeter Institute, lembaga riset yang mendorong kolaborasi dan kebebasan berpikir dalam fisika teoretis.
Berbeda dari figur publik kebanyakan, Sabrina tidak memiliki akun media sosial dan bahkan tidak menggunakan smartphone. Situs pribadinya hanya berisi daftar publikasi ilmiah dan kuliah akademik. Baginya, fisika sudah cukup menarik tanpa sorotan berlebihan.
Riset Celestial Holography dan Hibah Miliaran Rupiah
Saat ini, Sabrina Gonzalez Pasterski dikenal sebagai pemimpin riset celestial holography, teori yang menyatakan bahwa alam semesta tiga dimensi mungkin merupakan proyeksi holografik dari sistem dua dimensi di batas ruang-waktu.
Pada 2021, ia mendirikan Celestial Holography Initiative di Perimeter Institute for Theoretical Physics, Kanada, dengan dukungan hibah USD 8 juta dari Simons Foundation. Proyek ini menjadi salah satu usaha paling serius untuk menemukan teori quantum gravity.
Menolak Tawaran NASA dan Blue Origin
Dengan reputasi akademik luar biasa, Sabrina menerima tawaran kerja dari NASA dan perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin. Ia juga sempat ditawari posisi profesor dengan paket USD 1,1 juta di Brown University. Namun, semua tawaran itu ia tolak demi fokus pada riset fundamental.
Sabrina memilih bergabung penuh waktu di Perimeter Institute, lembaga riset yang mendorong kolaborasi dan kebebasan berpikir dalam fisika teoretis.
Kehidupan Pribadi yang Sederhana
Berbeda dari figur publik kebanyakan, Sabrina tidak memiliki akun media sosial dan bahkan tidak menggunakan smartphone. Situs pribadinya hanya berisi daftar publikasi ilmiah dan kuliah akademik. Baginya, fisika sudah cukup menarik tanpa sorotan berlebihan.
(nnz)
Lihat Juga :