SMA Kolese De Britto Gelar MPK 2025, Luncurkan Buku Karya Alumni dan Aksi Sosial
Rabu, 07 Januari 2026 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Melengkapi logo tersebut, hadir pula maskot bernama “Gagah si Manuk Gagak Geni”. Sosok Gagah bukan sekadar maskot; ia mencerminkan nilai-nilai De Britto: kecerdasan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan kesetiaan dalam persahabatan.
Peluncuran Buku: Persembahan untuk Dunia Pendidikan
Puncak acara ditandai dengan peluncuran buku “Manuk Pada Mulang - Mengajar Merupakan Cara Terbaik Belajar”. Buku ini merupakan karya kolaboratif perdana yang menghimpun tulisan para alumni lintas generasi yang mendedikasikan diri sebagai pendidik, mulai dari jenjang TK hingga SMA.
Buku ini menjadi kian berbobot dengan kata pengantar dari pensiunan guru legendaris SMA Kolese de Britto, J. Sumardianta. Dalam tulisannya, sosok yang akrab disapa Pak Sumar ini menyebut para alumni yang menjadi penulis dalam buku ini sebagai "rara avis in terris" (burung paling aneh di dunia).
“Mereka menempatkan guru sebagai profesi yang sungguh terhormat. Mereka tidak sekadar out of the box atau thinking new box, melainkan next box. Cara berpikir, bersikap, dan bertindak mereka benar-benar berbeda dari guru pada umumnya (as usual),” tulis J. Sumardianta dalam pengantarnya, melalui siaran pers, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan Sosial dan Kebersamaan Keluarga
Peluncuran Buku: Persembahan untuk Dunia Pendidikan
Puncak acara ditandai dengan peluncuran buku “Manuk Pada Mulang - Mengajar Merupakan Cara Terbaik Belajar”. Buku ini merupakan karya kolaboratif perdana yang menghimpun tulisan para alumni lintas generasi yang mendedikasikan diri sebagai pendidik, mulai dari jenjang TK hingga SMA.
Buku ini menjadi kian berbobot dengan kata pengantar dari pensiunan guru legendaris SMA Kolese de Britto, J. Sumardianta. Dalam tulisannya, sosok yang akrab disapa Pak Sumar ini menyebut para alumni yang menjadi penulis dalam buku ini sebagai "rara avis in terris" (burung paling aneh di dunia).
“Mereka menempatkan guru sebagai profesi yang sungguh terhormat. Mereka tidak sekadar out of the box atau thinking new box, melainkan next box. Cara berpikir, bersikap, dan bertindak mereka benar-benar berbeda dari guru pada umumnya (as usual),” tulis J. Sumardianta dalam pengantarnya, melalui siaran pers, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan Sosial dan Kebersamaan Keluarga
Lihat Juga :