Era AI, Sekolah Didorong Bangun Ketangguhan Siswa

Kamis, 08 Januari 2026 - 20:22 WIB
loading...
Era AI, Sekolah Didorong...
Pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta tingginya arus informasi mengubah banyak pola kehidupan manusia, termasuk anak dan remaja. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta tingginya arus informasi mengubah banyak pola kehidupan manusia, termasuk anak dan remaja. Mereka pun tumbuh di tengah tekanan akademik, sosial, dan emosional yang makin kompleks.

Dalam konteks ini peran sekolah dewasa ini ikut berubah. Pendidikan tidak lagi tentang pencapaian nilai akademik, tetapi perlu menjadi ruang aman bagi siswa untuk belajar menghadapi tantangan, mengelola emosi, dan beradaptasi dengan perubahan.

Baca juga: Pendaftaran SNMB MAN Unggulan 2026 Dibuka, Ini Daftar Lengkap Madrasahnya

Head of School North Jakarta Intercultural School (NJIS), Ezra Alexander, menilai perlu adanya penyesuaian cara pandang dalam melihat tujuan pendidikan. Jika selama ini tolok ukur kesuksesan siswa ditentukan oleh nilai, kini standar tersebut tidak lagi relevan.

“Anak dianggap sukses di sekolah bukan sekadar saat dia meraih nilai A, tetapi ketika mereka akhirnya mampu menghadapi situasi sulit, beradaptasi dengan perubahan, mengelola emosi, serta memandang tantangan sebagai bagian dari proses belajar dan bertumbuh,” ujar Ezra, melalui siaran pers, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa ketangguhan (resilience) dan fleksibilitas (adaptability) perlu dibangun melalui pengalaman belajar yang nyata, baik di sekolah maupun di rumah.

Baca juga: Wujudkan Sekolah Aman, Mendikdasmen Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman

“Anak perlu dibiasakan untuk mencoba, menghadapi kegagalan, lalu merefleksikannya sebagai momen evaluasi dan perbaikan sehingga kepercayaan diri dan daya tahan mental terbentuk,” ucapnya.

Pendekatan ini, lanjut Ezra, sejalan dengan berbagai kajian global. Laporan World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa kemampuan seperti pemecahan masalah, pengelolaan diri, dan adaptabilitas menjadi keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI.

“Nah, untuk membangun ketangguhan itu tidak bisa terlepas dari kesejahteraan emosional (wellbeing) siswa,” katanya. Ezra menyoroti tekanan digital yang semakin dirasakan generasi muda, mulai dari paparan layar yang berlebihan hingga distraksi media sosial yang memengaruhi fokus, relasi sosial, dan kesehatan mental.

Untuk merespons hal tersebut, NJIS menerapkan lingkungan belajar bebas ponsel. Kebijakan ini bertujuan memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi secara langsung, bekerja sama, dan membangun hubungan sosial yang lebih baik di lingkungan sekolah.

“Kami ingin siswa belajar mengelola teknologi secara sadar, agar kehidupan digital tidak mengambil alih ruang belajar dan relasi mereka,” ungkap Ezra.

Relasi yang sehat antara guru dan siswa juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif. Melalui pembelajaran sosial-emosional (Social Emotional Learning) atau SEL yang diwujudkan dalam keseharian, siswa didorong untuk mengenali emosi, membangun empati, dan merasa dihargai sebagai individu.

Selain aspek emosional, keberagaman juga memainkan peran penting dalam membentuk ketangguhan siswa. Dalam lingkungan sekolah yang multikultural, interaksi lintas budaya membantu siswa memperluas perspektif, memahami perbedaan, dan terbiasa melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

“Pengalaman berinteraksi dengan latar belakang yang beragam secara alami menumbuhkan empati dan kemampuan berpikir terbuka. Ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk hidup dan bekerja di dunia yang semakin terhubung,” kata Ezra.

Di tengah dunia yang terus berubah, Ezra menegaskan bahwa pendidikan perlu kembali pada esensi utamanya, yaitu membentuk manusia seutuhnya, bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, berempati, dan siap menghadapi kompleksitas kehidupan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Daftar SD dan SMP Swasta...
Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Rekomendasi
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Berita Terkini
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved