Berapa Kebutuhan Serat Harian Orang Dewasa? Guru Besar IPB Ungkap Angka Idealnya

Minggu, 11 Januari 2026 - 07:30 WIB
loading...
Berapa Kebutuhan Serat...
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Foto/Shutterstock.
A A A
JAKARTA - Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan . Serat berguna untuk mengendalikan lemak dan kolesterol, serta mendukung kehidupan bakteri baik di dalam tubuh. Pertanyaannya, berapa kebutuhan serat harian pada umumnya?

Guru Besar Ilmu GiziIPBUniversity, Prof Hardinsyah menjelaskan, kebutuhan serat harian orang dewasa umumnya sekitar 25 gram per hari.

Baca juga: Racun Ular Antarkan Yasmin Nadhiva Jadi Lulusan Terbaik S2 IPB University

Menurutnya, rekomendasi konsumsi serat didasarkan pada kebutuhan energi. “Kalau langsung dijawab itu 25 gram sehari. Dalam rumusnya, per 1.000 kilokalori energi diperlukan 13 gram serat,” kata dia, melalui siaran pers, Minggu (11/1/2026).

Dengan kebutuhan energi rata-rata 2.000 kilokalori per hari, kebutuhan serat orang dewasa berada di kisaran 25–26 gram.

Baca juga: Benarkah Isi Bensin Siang Hari Lebih Sedikit? Ini Penjelasan Ilmiah Dosen IPB University

Untuk kelompok usia tertentu, kebutuhan serat berbeda. Anak-anak membutuhkan serat lebih rendah dibanding orang dewasa, sementara pada lansia kebutuhan serat menurun seiring berkurangnya kebutuhan energi. “Kalau lansia di atas 70 tahun, kebutuhannya bisa sekitar 20 gram per hari,” ujar Prof Hardinsyah.

Serat berfungsi sebagai “makanan” bagi mikroba baik di saluran pencernaan. “Salah satu manfaatnya untuk melancarkan proses pencernaan kita, terutama untuk melancarkan bagian akhirnya. Kasarnya, BAB jadi lancar,” ujarnya. Selain itu, serat juga berperan dalam mengendalikan lemak dan kolesterol tubuh.

Kebutuhan serat dapat dipenuhi melalui konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, serta sumber karbohidrat berserat. Hal tersebut dapat dicapai dengan pola makan sederhana, seperti mengonsumsi dua mangkuk sayur per hari, dua porsi buah, setengah hingga satu mangkuk kacang-kacangan.

Selain itu, jangan hanya mengandalkan nasi putih sebagai sumber karbohidrat. “Kita bisa selingi dengan jagung atau umbi-umbian, seperti ubi jalar,” ujarnya.

Ia juga memaparkan tanda-tanda kekurangan serat, antara lain rendahnya konsumsi sayur, buah, dan kacang-kacangan, serta gangguan buang air besar. Namun, Prof Hardinsyah mengingatkan bahwa sulit BAB tidak selalu disebabkan kekurangan serat. “Bisa juga karena kurang gerak atau kurang minum,” jelasnya.

Di sisi lain, konsumsi serat berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping. “Kalau sudah dua kali lipat, misalnya sampai 50 gram, biasanya tidak nyaman di lambung dan sering buang angin,” katanya. Selain itu, asupan serat yang terlalu tinggi dapat menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi, zinc, dan kalsium.

Menutup perbincangan, Prof Hardinsyah mengingatkan pentingnya keseimbangan. “Serat sangat dibutuhkan untuk hidup sehat karena bisa mengelola lemak, kolesterol, dan mendukung bakteri baik usus. Tapi kalau berlebihan juga tidak baik,” katanya.

Ia menganjurkan pola makan seimbang dengan dua mangkuk sayur, dua porsi buah, setengah mangkuk kacang-kacangan, serta variasi sumber karbohidrat agar kebutuhan serat terpenuhi secara optimal.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Ini Tips Mengatasi Risiko...
Ini Tips Mengatasi Risiko Luka dan Luka Robek di Area Sensitif Akibat Wasir Kronis
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Rekomendasi
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Berita Terkini
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Infografis
Menko Polkam Ungkap...
Menko Polkam Ungkap 8,8 Juta Orang Terlibat Judi Online
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved