Dosen IPB University Tegaskan Superflu Bukan Penyakit Baru, Ini Penjelasan Lengkapnya

Senin, 12 Januari 2026 - 20:46 WIB
loading...
Dosen IPB University...
Istilah superflu merujuk pada virus influenza A subtipe H3N2, khususnya subklade K, yang menyebar lebih cepat. Foto/Kid Care Pediatric.
A A A
JAKARTA - Istilah superflu bukanlah nama penyakit baru, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan kasus influenza yang disebabkan oleh strain tertentu virus influenza .

Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Kedokteran IPB University Desdiani. Menurut dia, istilah superflu merujuk pada virus influenza A subtipe H3N2, khususnya subklade K, yang menyebar lebih cepat dan menyebabkan lonjakan signifikan kasus flu musiman. Hampir 90 persen kasus flu terbaru dilaporkan disebabkan oleh strain ini.

Meski demikian, Desdiani menyatakan bahwa istilah tersebut tidak dimaksudkan sebagai klasifikasi ilmiah baru, tetapi untuk menyoroti perubahan perilaku virus yang terus berevolusi.

Baca juga: Perbedaan Super Flu vs Pilek Biasa, Ini Cara Mencegahnya

“Virus influenza terus mengalami mutasi untuk menghindari sistem kekebalan tubuh manusia. Karena itu, vaksin flu perlu diperbarui secara berkala. Subtipe influenza A/H3N2 sendiri telah ada sejak 1968 dan sudah mengalami lebih dari selusin perubahan,” katanya, melalui siaran pers, Senin (12/1/2026).

Meskipun musim flu tahun ini dimulai lebih awal, tingkat penyebaran dan keparahan penyakit masih berada dalam batas normal untuk musim influenza.

Hal yang perlu mendapat perhatian utama, menurutnya, adalah beban terhadap sistem layanan kesehatan di berbagai wilayah, yang sangat bergantung pada aktivitas virus serta ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan.

Baca juga: Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai!

Desdiani menambahkan, pemantauan influenza secara global dilakukan melalui Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS), jaringan yang dikoordinasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan melibatkan lebih dari 160 institusi di 131 negara.

Sistem ini berfungsi memantau virus influenza sepanjang tahun sekaligus menjadi peringatan dini terhadap munculnya virus baru yang berpotensi pandemi.

“Di negara tropis, aktivitas influenza relatif rendah pada Juni hingga Agustus 2025. Kasus mulai meningkat pada September dan terus naik hingga November 2025, dengan dominasi influenza A/H3N2. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, puncak kasus terjadi pada Agustus 2025 dengan subklade K sebagai yang dominan,” jelasnya.



Berdasarkan data sekuens genetik, subklade K mengalami genetic drift, yakni perubahan genetik yang dapat memengaruhi karakteristik virus. Meski demikian, Dr Desdiani, menyebutkan bahwa jumlah kasus flu telah mencapai titik datar dan menurun stabil sejak pertengahan Desember 2025.

“Tingkat positivitas tes flu mingguan juga turun menjadi sekitar 4 persen, meski musim flu tahun ini tercatat datang satu bulan lebih awal dengan jumlah kasus tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” paparnya.

Untuk pencegahan, ia menekankan pentingnya vaksinasi influenza. Vaksin flu terbukti menurunkan risiko kunjungan ke fasilitas kesehatan atau rawat inap akibat flu hingga 70–75 persen pada anak dan sekitar 30–40 persen pada orang dewasa.

Selain vaksinasi, masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, beristirahat di rumah, serta menjaga etika batuk dan kebersihan tangan.

“Sebagian besar kasus flu memang sembuh sendiri, tetapi komplikasi serius dapat terjadi, terutama pada anak kecil, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Desdiani menambahkan, kasus flu lebih banyak ditemukan pada kelompok anak, remaja, dan lansia. Anak dan remaja rentan karena tingginya kontak di lingkungan sekolah, sementara lansia berisiko mengalami sakit berat akibat penyakit penyerta dan penurunan fungsi kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, kewaspadaan dan upaya pencegahan tetap perlu ditingkatkan meskipun superflu bukan merupakan penyakit baru.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved