Unpad Buka Prodi S1 Rekayasa Kosmetik, Siap Terima Mahasiswa Baru
Kamis, 22 Januari 2026 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Prof. Auliya menambahkan, prodi ini memiliki kekhasan dibandingkan Program Studi Farmasi. Rekayasa Kosmetik secara khusus berfokus pada pengembangan produk kosmetik, mulai dari perumusan sediaan, formulasi, proses produksi, hingga strategi pemasaran.
“Mahasiswa akan mempelajari bagaimana memformulasikan produk kosmetik yang baik, aspek regulasi, quality control, hingga pemasaran. Tidak hanya produksi, tetapi seluruh aspek kefarmasian akan menjadi kekuatan utama prodi ini,” terangnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional, Fakultas Farmasi Unpad juga telah menginisiasi kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya PT Paragon, BPOM, serta Kementerian Kesehatan RI. Kurikulum Prodi Rekayasa Kosmetik disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan industri sebagai calon pengguna lulusan.
“Lulusan Rekayasa Kosmetik memiliki peluang besar, baik sebagai formulator di industri kosmetik, regulator, maupun menjadi entrepreneur di bidang kosmetik dengan bekal keilmuan yang kuat,” pungkas Prof. Auliya.
“Mahasiswa akan mempelajari bagaimana memformulasikan produk kosmetik yang baik, aspek regulasi, quality control, hingga pemasaran. Tidak hanya produksi, tetapi seluruh aspek kefarmasian akan menjadi kekuatan utama prodi ini,” terangnya.
Peluang Karier
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia membuka peluang karier yang sangat luas bagi lulusan Rekayasa Kosmetik. Lulusan diharapkan tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam inovasi dan pengembangan produk kosmetik.Sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional, Fakultas Farmasi Unpad juga telah menginisiasi kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya PT Paragon, BPOM, serta Kementerian Kesehatan RI. Kurikulum Prodi Rekayasa Kosmetik disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan industri sebagai calon pengguna lulusan.
“Lulusan Rekayasa Kosmetik memiliki peluang besar, baik sebagai formulator di industri kosmetik, regulator, maupun menjadi entrepreneur di bidang kosmetik dengan bekal keilmuan yang kuat,” pungkas Prof. Auliya.
(nnz)
Lihat Juga :