Indonesian Cultural Outlook 2026: Kemenbud Dorong Diplomasi Budaya di Tengah Krisis Global
Kamis, 22 Januari 2026 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemenag Tegaskan Informasi Pendaftaran CPNS dan PPPK yang Beredar Hoaks, Ini Faktanya
Semangat tersebut, lanjutnya, menjadi landasan refleksi Indonesian Cultural Outlook 2026 sekaligus inspirasi dalam mempresentasikan arah kebudayaan Indonesia agar mampu memperluas kontribusi di tingkat global, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli memaparkan lima pilar arah nasional kebudayaan, yaitu fondasi peradaban berdasarkan UUD 1945; tata kelola budaya yang terintegrasi serta berbasis digital dan data; ekonomi budaya sebagai sumber daya strategis; penguatan pelindungan warisan budaya yang dinamis dan tangguh; serta pemajuan transformasi digital dan diplomasi budaya global.
“Pencapaian Kementerian Kebudayaan pada 2025 menjadi garis dasar yang jelas. Pada 2026, capaian tersebut kami dorong menjadi arah nasional di bawah lima pilar kebudayaan. Dari sini terlihat bagaimana kebijakan budaya menjadi instrumen penyampaian prioritas nasional yang terukur, praktis, dan selaras dengan agenda pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Fadli juga menyampaikan rencana aksi kebudayaan satu tahun ke depan yang dijalankan oleh masing-masing direktorat jenderal. Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Budaya memprioritaskan diplomasi budaya, kerja sama dengan institusi budaya internasional, repatriasi, penguatan kerja sama budaya regional dan lintas regional, serta aktivasi pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri.
Semangat tersebut, lanjutnya, menjadi landasan refleksi Indonesian Cultural Outlook 2026 sekaligus inspirasi dalam mempresentasikan arah kebudayaan Indonesia agar mampu memperluas kontribusi di tingkat global, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli memaparkan lima pilar arah nasional kebudayaan, yaitu fondasi peradaban berdasarkan UUD 1945; tata kelola budaya yang terintegrasi serta berbasis digital dan data; ekonomi budaya sebagai sumber daya strategis; penguatan pelindungan warisan budaya yang dinamis dan tangguh; serta pemajuan transformasi digital dan diplomasi budaya global.
“Pencapaian Kementerian Kebudayaan pada 2025 menjadi garis dasar yang jelas. Pada 2026, capaian tersebut kami dorong menjadi arah nasional di bawah lima pilar kebudayaan. Dari sini terlihat bagaimana kebijakan budaya menjadi instrumen penyampaian prioritas nasional yang terukur, praktis, dan selaras dengan agenda pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Fadli juga menyampaikan rencana aksi kebudayaan satu tahun ke depan yang dijalankan oleh masing-masing direktorat jenderal. Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Budaya memprioritaskan diplomasi budaya, kerja sama dengan institusi budaya internasional, repatriasi, penguatan kerja sama budaya regional dan lintas regional, serta aktivasi pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri.
Lihat Juga :