PLTN Pertama Indonesia Disiapkan, ITPLN dan ITS Fokus Bangun SDM Nuklir Nasional
Kamis, 22 Januari 2026 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
“Ini bagian dari capacity building dan awareness. Kompetensi operator PLTN di Indonesia masih terbatas, sehingga perlu fast track penyiapan SDM,” kata Soleh.
Ia menyebut satu unit PLTN membutuhkan sekitar 200 tenaga inti, di luar tenaga pendukung. Dalam rencana awal, PLTN pertama ditargetkan berkapasitas total 500 megawatt di dua lokasi, yakni Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.
Dukungan juga datang dari ITS. Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian Prof. Agus Muhamad Hatta menilai pembangunan PLTN menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi perguruan tinggi.
“PLTN itu multidisiplin. Tidak hanya teknik nuklir, tapi juga elektro, mesin, fisika, keselamatan, hingga otomasi. ITS siap terlibat dalam penyiapan SDM dan risetnya,” kata Agus.
Ia membuka peluang ITS dan kampus lain di Indonesia mengembangkan program studi yang lebih spesifik terkait pembangkit nuklir di masa depan.
Ia menyebut satu unit PLTN membutuhkan sekitar 200 tenaga inti, di luar tenaga pendukung. Dalam rencana awal, PLTN pertama ditargetkan berkapasitas total 500 megawatt di dua lokasi, yakni Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.
Dukungan juga datang dari ITS. Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian Prof. Agus Muhamad Hatta menilai pembangunan PLTN menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi perguruan tinggi.
“PLTN itu multidisiplin. Tidak hanya teknik nuklir, tapi juga elektro, mesin, fisika, keselamatan, hingga otomasi. ITS siap terlibat dalam penyiapan SDM dan risetnya,” kata Agus.
Ia membuka peluang ITS dan kampus lain di Indonesia mengembangkan program studi yang lebih spesifik terkait pembangkit nuklir di masa depan.
(nnz)
Lihat Juga :