TurtleSafe Karya Mahasiswa UNEJ Tembus Forum Internasional
Jum'at, 30 Januari 2026 - 16:40 WIB
loading...
Mohammad Arsy Darmawansyah dan tim menunjukkan poster riset The Impact of Budget Efficiency on Disaster Management and Legal Protection in Indonesia pada APRU ke-20. Foto/UNEJ.
A
A
A
JEMBER - Tim Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) mengintensifkan pengembangan alat perlindungan telur penyu "TurtleSafe". Mereka juga melakukan kajian kritis terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang melanda Indonesia.
Inovasi TurtleSafe hadir sebagai solusi proteksi telur penyu yang fleksibel dan adaptif untuk berbagai kondisi pantai di Indonesia guna menjaga biodiversitas laut.
Namun, perhatian tim yang dipimpin Mohammad Arsy Darmawansyah ini tidak berhenti di situ; mereka juga menyoroti ancaman banjir yang kini menjadi isu krusial di berbagai wilayah.
Baca juga: Lulusan Terbaik UNEJ, Teguh Efendi Raih IPK 3,71 dan Sertifikasi Data Scientist
Terkait situasi di Sumatera yang saat ini tengah berjuang melawan banjir lumpur, mahasiswa Fakultas Teknik ini menekankan pentingnya efisiensi anggaran penanggulangan bencana yang tetap berpihak pada kemanusiaan.
"Kami melihat adanya korelasi kuat antara kebijakan fiskal dan kecepatan penanganan di lapangan. Sejalan dengan itu, kami juga melakukan kajian mendalam di Jember mengenai dampak pengerukan gumuk pasir," jelas Arsy ketika ditemui di Kampus Tegalboto, Jumat (30/01/2026).
Dedikasi tim yang beranggotakan Muhammad Ridwan Ghani Abhirama, Naura Salma Taqiyya, Adinda Riski Oktasari, dan Sayyidha Rahma Audyna ini sebelumnya telah mengkaji topik pada forum global.
Baca juga: Dies Natalis ke-61 UNEJ, Rektor Luncurkan Tarian Khas dan Penghargaan Alumni Inspiratif
Pada November 2025 lalu, mereka berhasil mempresentasikan karya ilmiahnya dalam forum internasional bergengsi Asia-Pacific Research Universities (APRU) ke-20 di Filipina melalui riset "The Impact of Budget Efficiency on Disaster Management and Legal Protection in Indonesia".
APRU merupakan forum ilmiah internasional bergengsi yang bersifat kompetitif yang bertujuan memperkuat kolaborasi akademik, penelitian, dan inovasi lintas negara.
APRU menjadi wadah bagi beberapa universitas untuk bekerja sama dalam menjawab berbagai isu global, mulai dari perubahan iklim, kebencanaan, kesehatan, hingga pembangunan berkelanjutan, melalui riset kolaboratif, konferensi internasional, dan kompetisi ilmiah bagi mahasiswa maupun peneliti.
Riset yang diangkat oleh mahasiswa UNEJ berfokus pada efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah untuk menanggulangi bencana yang ada di Sumatera.
“Pada topik "The Impact of Budget Efficiency on Disaster Management and Legal Protection in Indonesia" sangat relevan dengan bencana di Sumatra, yang terjadi tepat saat kami mempresentasikan paper ini," kata Arsy selaku ketua tim.
"Kami menyadari bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah dapat mempengaruhi kecepatan dan kualitas penanggulangan bencana, yang mengakibatkan penderitaan lebih lama bagi masyarakat, seperti yang terjadi saat banjir besar yang menumpuk lumpur setinggi rumah di Sumatera,” tambahnya.
Arsy juga menambahkan alasan tim mengangkat tema ini, “Karena posisi Indonesia sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi ke-2 di dunia setelah Filipina serta terdapat beberapa alasan mendalam seperti kerentanan gegografis, dilema konstitusional, dan ketergantungan anggaran dimana anggaran BNPB sangat bergantung pada APBN, sehingga sangat rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal pusat,” imbuhnya.
Melalui riset ini tim memberikan beberapa metode inovasi yang dapat diterapkan untuk menanggulangi dampak efisiensi anggaran pada bencana.
"Kami menerapkan keterbaruan penggunaan metode Cost-Benefit Analysis (CBA), Net Present Value (NPV), dan Value of Statistical Life (VSL) untuk menilai dampak pemotongan anggaran kebencanaan dengan pertimbangan tingkat kerentanan wilayah di Indonesia," jelas Arsy.
Topik yang mereka angkat ini memiliki nilai positif bagi penilaian juri, karena selain isu topik yang diangkat masih hangat dan menarik, selain itu juga memberikan nilai tambah yang membuat presentasi tim lebih relevan dan aktual.
“Kami percaya bahwa salah satu faktor yang membuat kami menonjol adalah kemampuan memprediksi dampak buruk dari kebijakan efisiensi anggaran terhadap penanggulangan bencana, yang kebetulan terjadi saat kami mempresentasikan topik tersebut," jelasnya.
"Kami merasa ini memberikan nilai tambah yang membuat presentasi kami lebih relevan dengan kondisi aktual, serta menggugah perhatian banyak pihak terhadap pentingnya anggaran yang memadai,” pungkas Arsy.
Inovasi TurtleSafe hadir sebagai solusi proteksi telur penyu yang fleksibel dan adaptif untuk berbagai kondisi pantai di Indonesia guna menjaga biodiversitas laut.
Namun, perhatian tim yang dipimpin Mohammad Arsy Darmawansyah ini tidak berhenti di situ; mereka juga menyoroti ancaman banjir yang kini menjadi isu krusial di berbagai wilayah.
Baca juga: Lulusan Terbaik UNEJ, Teguh Efendi Raih IPK 3,71 dan Sertifikasi Data Scientist
Terkait situasi di Sumatera yang saat ini tengah berjuang melawan banjir lumpur, mahasiswa Fakultas Teknik ini menekankan pentingnya efisiensi anggaran penanggulangan bencana yang tetap berpihak pada kemanusiaan.
"Kami melihat adanya korelasi kuat antara kebijakan fiskal dan kecepatan penanganan di lapangan. Sejalan dengan itu, kami juga melakukan kajian mendalam di Jember mengenai dampak pengerukan gumuk pasir," jelas Arsy ketika ditemui di Kampus Tegalboto, Jumat (30/01/2026).
Dedikasi tim yang beranggotakan Muhammad Ridwan Ghani Abhirama, Naura Salma Taqiyya, Adinda Riski Oktasari, dan Sayyidha Rahma Audyna ini sebelumnya telah mengkaji topik pada forum global.
Baca juga: Dies Natalis ke-61 UNEJ, Rektor Luncurkan Tarian Khas dan Penghargaan Alumni Inspiratif
Pada November 2025 lalu, mereka berhasil mempresentasikan karya ilmiahnya dalam forum internasional bergengsi Asia-Pacific Research Universities (APRU) ke-20 di Filipina melalui riset "The Impact of Budget Efficiency on Disaster Management and Legal Protection in Indonesia".
APRU merupakan forum ilmiah internasional bergengsi yang bersifat kompetitif yang bertujuan memperkuat kolaborasi akademik, penelitian, dan inovasi lintas negara.
APRU menjadi wadah bagi beberapa universitas untuk bekerja sama dalam menjawab berbagai isu global, mulai dari perubahan iklim, kebencanaan, kesehatan, hingga pembangunan berkelanjutan, melalui riset kolaboratif, konferensi internasional, dan kompetisi ilmiah bagi mahasiswa maupun peneliti.
Riset yang diangkat oleh mahasiswa UNEJ berfokus pada efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah untuk menanggulangi bencana yang ada di Sumatera.
“Pada topik "The Impact of Budget Efficiency on Disaster Management and Legal Protection in Indonesia" sangat relevan dengan bencana di Sumatra, yang terjadi tepat saat kami mempresentasikan paper ini," kata Arsy selaku ketua tim.
"Kami menyadari bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah dapat mempengaruhi kecepatan dan kualitas penanggulangan bencana, yang mengakibatkan penderitaan lebih lama bagi masyarakat, seperti yang terjadi saat banjir besar yang menumpuk lumpur setinggi rumah di Sumatera,” tambahnya.
Arsy juga menambahkan alasan tim mengangkat tema ini, “Karena posisi Indonesia sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi ke-2 di dunia setelah Filipina serta terdapat beberapa alasan mendalam seperti kerentanan gegografis, dilema konstitusional, dan ketergantungan anggaran dimana anggaran BNPB sangat bergantung pada APBN, sehingga sangat rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal pusat,” imbuhnya.
Melalui riset ini tim memberikan beberapa metode inovasi yang dapat diterapkan untuk menanggulangi dampak efisiensi anggaran pada bencana.
"Kami menerapkan keterbaruan penggunaan metode Cost-Benefit Analysis (CBA), Net Present Value (NPV), dan Value of Statistical Life (VSL) untuk menilai dampak pemotongan anggaran kebencanaan dengan pertimbangan tingkat kerentanan wilayah di Indonesia," jelas Arsy.
Topik yang mereka angkat ini memiliki nilai positif bagi penilaian juri, karena selain isu topik yang diangkat masih hangat dan menarik, selain itu juga memberikan nilai tambah yang membuat presentasi tim lebih relevan dan aktual.
“Kami percaya bahwa salah satu faktor yang membuat kami menonjol adalah kemampuan memprediksi dampak buruk dari kebijakan efisiensi anggaran terhadap penanggulangan bencana, yang kebetulan terjadi saat kami mempresentasikan topik tersebut," jelasnya.
"Kami merasa ini memberikan nilai tambah yang membuat presentasi kami lebih relevan dengan kondisi aktual, serta menggugah perhatian banyak pihak terhadap pentingnya anggaran yang memadai,” pungkas Arsy.
(nnz)
Lihat Juga :