Rangkaian Natal Nasional 2025, UPH Tuan Rumah Seminar Nasional Bertema Ketahanan Keluarga
Rabu, 04 Februari 2026 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Tokoh lainnya yang juga turut jadi pemateri adalah Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Dr. (H.C.) James T. Riady, yang mengajak masyarakat untuk menenangkan hati keluarganya. Sebab, ia menyadari bahwa perubahan sejati harus dimulai dari pembaruan diri, dengan menjalani hidup yang berbeda, lebih bertanggung jawab, dan berakar pada kebenaran yang memerdekakan.
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” ajak James.
Selain itu, James juga mengajak peserta untuk kembali merenungkan inti dari pelayanan dan iman Kristen melalui kisah dalam Injil Lukas tentang seorang lumpuh yang telah bertahun-tahun hidup tanpa harapan. Menurutnya, mukjizat kesembuhan bukan sekadar tindakan belas kasihan. Lebih dari itu, pengampunan dosa menjadi inti dari misi Yesus. Refleksi ini kemudian dikaitkan dengan peran pendidikan, khususnya di UPH.
“Melalui pendidikan, UPH tidak hanya membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga menyentuh dan memulihkan manusia secara utuh. Saya berharap, agar gereja maupun pendidikan di Indonesia terus dipenuhi oleh belas kasihan, dengan Kristus sebagai pusat kehidupan dan pelayanan,” tutur dia.
Seminar Nasional 2026 menjadi ruang refleksi yang meneguhkan peran keluarga sebagai fondasi persatuan bangsa, sekaligus menginspirasi generasi penerus untuk memuliakan Tuhan melalui karya nyata yang membawa berkat bagi Indonesia.
Selain menjadi ajang refleksi Natal, Seminar Nasional 2026 di UPH ini juga turut menunjukan aksi sosial dengan penyerahan lima unit ambulance dari PT Astra International Tbk dan diserahkan kepada lima lembaga lintas agama, yakni Masjid Istiqlal, Pos Pelayanan HKBP Perum Green Cikarang, Keuskupan Bogor, Yayasan Graha Yadnya, dan Yayasan Jejak Peduli. Dengan penyerahan ini, total bantuan ambulans yang disalurkan oleh Panitia Natal Nasional 2025 mencapai 35 unit.
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” ajak James.
Selain itu, James juga mengajak peserta untuk kembali merenungkan inti dari pelayanan dan iman Kristen melalui kisah dalam Injil Lukas tentang seorang lumpuh yang telah bertahun-tahun hidup tanpa harapan. Menurutnya, mukjizat kesembuhan bukan sekadar tindakan belas kasihan. Lebih dari itu, pengampunan dosa menjadi inti dari misi Yesus. Refleksi ini kemudian dikaitkan dengan peran pendidikan, khususnya di UPH.
“Melalui pendidikan, UPH tidak hanya membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga menyentuh dan memulihkan manusia secara utuh. Saya berharap, agar gereja maupun pendidikan di Indonesia terus dipenuhi oleh belas kasihan, dengan Kristus sebagai pusat kehidupan dan pelayanan,” tutur dia.
Seminar Nasional 2026 menjadi ruang refleksi yang meneguhkan peran keluarga sebagai fondasi persatuan bangsa, sekaligus menginspirasi generasi penerus untuk memuliakan Tuhan melalui karya nyata yang membawa berkat bagi Indonesia.
Selain menjadi ajang refleksi Natal, Seminar Nasional 2026 di UPH ini juga turut menunjukan aksi sosial dengan penyerahan lima unit ambulance dari PT Astra International Tbk dan diserahkan kepada lima lembaga lintas agama, yakni Masjid Istiqlal, Pos Pelayanan HKBP Perum Green Cikarang, Keuskupan Bogor, Yayasan Graha Yadnya, dan Yayasan Jejak Peduli. Dengan penyerahan ini, total bantuan ambulans yang disalurkan oleh Panitia Natal Nasional 2025 mencapai 35 unit.
(nnz)
Lihat Juga :