Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00
Senin, 16 Februari 2026 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan akademiknya tidak lepas dari doa orang tua, dukungan keluarga, serta bimbingan guru-guru besar FKUI, terutama Prof. Dr. dr. Irawan Mangunatmadja, Sp.A., Subsp. Neuro(K) dan Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, Sp.A., Subsp. Neuro(K).
“Tanpa bimbingan dan kepercayaan dari para guru, mustahil saya bisa menyelesaikan studi dengan hasil memuaskan,” tambahnya.
Baca juga: 9 Jalur Masuk Penerimaan Mahasiswa Baru UI 2026 dan Jadwal Pendaftarannya
Bagi dr. Rafli, tantangan terbesarnya selama melanjutkan studi sembari tetap berpraktik adalah menyeimbangkan waktu dan peran sebagai dosen, dokter, sekaligus sosok ayah. Namun hal tersebut terbukti tidak menghalangi langkahnya.
Justru dari keseimbangan peran itulah lahir pencapaian luar biasa: meraih IPK sempurna, menyelesaikan studi doktoral dalam empat semester, lulus di usia relatif muda, dan melahirkan inovasi penelitian yang bermanfaat bagi anak-anak penderita epilepsi dengan kondisi resisten obat.
Disertasinya berjudul Pengembangan Model Machine Learning dalam Memprediksi Keberhasilan Tata Laksana pada Anak dengan Epilepsi Resisten Obat. Ringkasnya, dr. Rafli dengan bimbingan guru-gurunya mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu para dokter dalam memprediksi keberhasilan pengobatan anak-anak dengan epilepsi resisten obat.
“Tanpa bimbingan dan kepercayaan dari para guru, mustahil saya bisa menyelesaikan studi dengan hasil memuaskan,” tambahnya.
Baca juga: 9 Jalur Masuk Penerimaan Mahasiswa Baru UI 2026 dan Jadwal Pendaftarannya
Bagi dr. Rafli, tantangan terbesarnya selama melanjutkan studi sembari tetap berpraktik adalah menyeimbangkan waktu dan peran sebagai dosen, dokter, sekaligus sosok ayah. Namun hal tersebut terbukti tidak menghalangi langkahnya.
Justru dari keseimbangan peran itulah lahir pencapaian luar biasa: meraih IPK sempurna, menyelesaikan studi doktoral dalam empat semester, lulus di usia relatif muda, dan melahirkan inovasi penelitian yang bermanfaat bagi anak-anak penderita epilepsi dengan kondisi resisten obat.
Inovasi Penelitian
Disertasinya berjudul Pengembangan Model Machine Learning dalam Memprediksi Keberhasilan Tata Laksana pada Anak dengan Epilepsi Resisten Obat. Ringkasnya, dr. Rafli dengan bimbingan guru-gurunya mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu para dokter dalam memprediksi keberhasilan pengobatan anak-anak dengan epilepsi resisten obat.
Lihat Juga :