Beasiswa Amartha Antar Salma dari Padang Belajar Sains di Kampus Luar Negeri
Senin, 16 Februari 2026 - 20:56 WIB
loading...
A
A
A
“Aku pengen belajar hard skill yang benar-benar inti. Di neuroscience aku mau belajar bagaimana memahami otak manusia bekerja dan bagaimana otak memproses serta menghubungkan berbagai hal,” katanya.
Ia pun memilih menekuni computer science karena melihat keterkaitan yang kuat dengan neuroscience sekaligus menawarkan pendekatan yang lebih teknis sesuai dengan arah yang ingin ia dalami.
Lebih dari Sekadar Beasiswa
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Salma membangun jalannya dengan penuh inisiatif. Ia aktif mencari peluang beasiswa sebagai bagian dari langkah mandiri untuk menyiapkan masa depan akademik dan karirnya. Di saat yang sama, ia terus mengembangkan diri lewat kompetisi, kegiatan organisasi, menjalankan proyek sosial atas inisiatifnya sendiri, hingga bergabung dengan LSM di bidang pendidikan.
Salma mengenal Beasiswa Amartha Cendekia dari keluarganya. Saat itu ia tidak berekspektasi tinggi untuk terpilih, namun saat dinyatakan lolos, Salma menyebutnya sebagai salah satu titik penting dalam hidupnya.
“Aku sempat khawatir karena perjalanan akademikku kurang matang. Tapi ternyata Amartha dan kasih kesempatan,” tuturnya.
Beasiswa Amartha Cendekia hadir mendukung siswa-siswi kelas 11 di tingkat SMA/SMK di seluruh Indonesia melalui bantuan dana pendidikan senilai Rp3 juta dan program mentoring persiapan menuju Universitas selama satu tahun oleh Kakak Asuh dari kalangan profesional. Beasiswa ini juga memberikan dana pendidikan tambahan senilai Rp5 juta untuk anak-anak yang berhasil diterima di Universitas.
Lebih dari sekadar dukungan pendidikan, Salma merasakan kehadiran Kakak Asuh menjadi ruang belajar yang membuka perspektifnya tentang masa depan dan karir.
“Kehadiran kakak asuh di Beasiswa Amartha bagi aku sangat berharga. Selama ini aku hanya dapat perspektif dari ibu. Dengan adanya kakak asuh, wawasan aku terhadap kesempatan meraih pendidikan tinggi, memahami dunia kerja, dan cara menyusun prioritas hidup jadi semakin terbuka,” jelasnya.
Ia pun memilih menekuni computer science karena melihat keterkaitan yang kuat dengan neuroscience sekaligus menawarkan pendekatan yang lebih teknis sesuai dengan arah yang ingin ia dalami.
Lebih dari Sekadar Beasiswa
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Salma membangun jalannya dengan penuh inisiatif. Ia aktif mencari peluang beasiswa sebagai bagian dari langkah mandiri untuk menyiapkan masa depan akademik dan karirnya. Di saat yang sama, ia terus mengembangkan diri lewat kompetisi, kegiatan organisasi, menjalankan proyek sosial atas inisiatifnya sendiri, hingga bergabung dengan LSM di bidang pendidikan.
Salma mengenal Beasiswa Amartha Cendekia dari keluarganya. Saat itu ia tidak berekspektasi tinggi untuk terpilih, namun saat dinyatakan lolos, Salma menyebutnya sebagai salah satu titik penting dalam hidupnya.
“Aku sempat khawatir karena perjalanan akademikku kurang matang. Tapi ternyata Amartha dan kasih kesempatan,” tuturnya.
Beasiswa Amartha Cendekia hadir mendukung siswa-siswi kelas 11 di tingkat SMA/SMK di seluruh Indonesia melalui bantuan dana pendidikan senilai Rp3 juta dan program mentoring persiapan menuju Universitas selama satu tahun oleh Kakak Asuh dari kalangan profesional. Beasiswa ini juga memberikan dana pendidikan tambahan senilai Rp5 juta untuk anak-anak yang berhasil diterima di Universitas.
Lebih dari sekadar dukungan pendidikan, Salma merasakan kehadiran Kakak Asuh menjadi ruang belajar yang membuka perspektifnya tentang masa depan dan karir.
“Kehadiran kakak asuh di Beasiswa Amartha bagi aku sangat berharga. Selama ini aku hanya dapat perspektif dari ibu. Dengan adanya kakak asuh, wawasan aku terhadap kesempatan meraih pendidikan tinggi, memahami dunia kerja, dan cara menyusun prioritas hidup jadi semakin terbuka,” jelasnya.
Lihat Juga :