Bawa Kasus Fournier’s Gangrene ke University of Groninge, Alumnus Unair Ini Raih Gelar PhD
Jum'at, 20 Februari 2026 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
"Pasien yang menyepelekan Fournier’s Gangrene akan mengabaikannya dan baru di bawa ke rumah sakit bila sudah kondisi parah," tambahnya.
Dengan tata laksana yang baik, pasien dengan kondisi ini bisa ditangani dengan baik dan bisa sembuh. "Kita harus bisa menegakkan diagnosa dengan baik agar tidak salah penanganan. Terutama di faskes tingkat pertama," ungkap dr Yufi.
Dokter Yufi berhasil mempertahankan disertasinya di depan para penguji. Dekan FK Unair, Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, SpOG, SubSp Urogin-RE. mengaku bangga, alumni FK Unair bisa lulus dengan sangat baik di kampus luar negeri. "Tentu saya bangga ada alumni FK Unair yang berprestasi. Ini bisa menjadi pemicu untuk adik-adik kelasnya agar mengikuti jejak dokter Yufi," tuturnya.
Pria yang kini mengabdi di RS Anwar Medica itu berhasil lulus dan meraih gelar PhD dalam jangka waktu 3 tahun 10 bulan. Waktu yang cepat menyelesaikan program S3 dibandingkan sejawatnya.
Dengan tata laksana yang baik, pasien dengan kondisi ini bisa ditangani dengan baik dan bisa sembuh. "Kita harus bisa menegakkan diagnosa dengan baik agar tidak salah penanganan. Terutama di faskes tingkat pertama," ungkap dr Yufi.
Dokter Yufi berhasil mempertahankan disertasinya di depan para penguji. Dekan FK Unair, Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, SpOG, SubSp Urogin-RE. mengaku bangga, alumni FK Unair bisa lulus dengan sangat baik di kampus luar negeri. "Tentu saya bangga ada alumni FK Unair yang berprestasi. Ini bisa menjadi pemicu untuk adik-adik kelasnya agar mengikuti jejak dokter Yufi," tuturnya.
Pria yang kini mengabdi di RS Anwar Medica itu berhasil lulus dan meraih gelar PhD dalam jangka waktu 3 tahun 10 bulan. Waktu yang cepat menyelesaikan program S3 dibandingkan sejawatnya.
(nnz)
Lihat Juga :