Akhirnya, 3 Siswi Luar Biasa Ini Bisa Kembali ke Sekolah
Kamis, 17 September 2020 - 19:07 WIB
loading...
Tiara Aprilia, Cristina, dan Julia Sari, merupakan tiga anak yang kurang beruntung namun memiliki kisah yang luar biasa. Foto/Berli Zulkanedi
A
A
A
MUARA ENIM - Tiara Aprilia, Cristina, dan Julia Sari, merupakan tiga siswi yang kurang beruntung namun memiliki kisah yang luar biasa. Ketiganya harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarga di tengah pandemi dan rela mengorbankan sekolahnya.
Seperti Tiara Aprilia, usianya baru 11 tahun, namun bocah ini telah memiliki pengalaman hidup yang luar biasa. Di saat teman-teman sebayanya menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar, Tiara justru berkelahi dengan waktu dan banting tulang untuk membantu kedua orang tuanya.
Tiara tinggal bersama orang tua dan tiga saudaranya di sebuah rumah tumpangan di Lawang Kidul, Muara Enim. Ayahnya seorang buruh kasar yang bekerja serabutan, sementara ibunya pengepul barang bekas. (Baca juga: Hindari Kekerasan Siswa saat PJJ, Program Parenting Harus Diperkuat )
Sejak pandemi melanda, kehidupan keluarga Tiara semakin berat. Sudah dua bulan terakhir ia dan keluarganya diketahui bertahan hidup tanpa listrik dan air bersih.
Tapi, bocah ini tak pernah mengeluh. Bahkan, bersama dengan saudara-saudaranya ia lebih memilih berpelu untuk membantu sang ibu mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas. Menghabiskan waktu belasan jam, demi sesuap nasi di penghujung hari.
Seperti Tiara Aprilia, usianya baru 11 tahun, namun bocah ini telah memiliki pengalaman hidup yang luar biasa. Di saat teman-teman sebayanya menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar, Tiara justru berkelahi dengan waktu dan banting tulang untuk membantu kedua orang tuanya.
Tiara tinggal bersama orang tua dan tiga saudaranya di sebuah rumah tumpangan di Lawang Kidul, Muara Enim. Ayahnya seorang buruh kasar yang bekerja serabutan, sementara ibunya pengepul barang bekas. (Baca juga: Hindari Kekerasan Siswa saat PJJ, Program Parenting Harus Diperkuat )
Sejak pandemi melanda, kehidupan keluarga Tiara semakin berat. Sudah dua bulan terakhir ia dan keluarganya diketahui bertahan hidup tanpa listrik dan air bersih.
Tapi, bocah ini tak pernah mengeluh. Bahkan, bersama dengan saudara-saudaranya ia lebih memilih berpelu untuk membantu sang ibu mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas. Menghabiskan waktu belasan jam, demi sesuap nasi di penghujung hari.
Lihat Juga :