Kisah Laurent Simons, Jenius Belgia Lulus PhD Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:22 WIB
loading...
Kisah Laurent Simons,...
Di usia yang masih sangat muda, Laurent Simons, telah menyandang gelar doktor (PhD) Fisika Kuantum dari University of Antwerp. Foto/X Mathonymics.
A A A
JAKARTA - Di usia yang masih sangat muda, Laurent Simons, telah menyandang gelar doktor (PhD) Fisika Kuantum dari University of Antwerp. Tak berhenti di situ, Laurent kini melanjutkan PhD kedua di bidang ilmu kedokteran dengan misi mulia: membantu manusia hidup lebih sehat dan berumur panjang.

Meski memiliki kecerdasan luar biasa, Laurent tak pernah mengejar gelar demi pamer prestasi. Motivasinya sederhana namun menyentuh. Ia ingin memahami tubuh manusia lebih dalam setelah kehilangan kakek dan nenek tercinta akibat penyakit. Rasa sayang itulah yang menjadi bahan bakar semangatnya dalam menempuh pendidikan super cepat.

Baca juga: Cerita Sastia Prama Putri, Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Berpaspor Indonesia

Lulus SMA di Usia 8 Tahun


Dikutip dari Instagram Kobi Education, sejak kecil, kemampuan belajar Laurent disebut seperti spons. Ia mampu menyerap materi pelajaran dengan sangat cepat. Guru-gurunya menyadari bahwa Laurent bisa memahami pelajaran satu tahun hanya dalam hitungan minggu.

Karena tempo sekolah reguler dianggap terlalu lambat dan membuatnya bosan, pihak sekolah menawarkan jalur akselerasi. Hasilnya luar biasa. Materi SMP dan SMA yang normalnya ditempuh enam tahun, berhasil diselesaikan Laurent hanya dalam waktu sekitar 1,5 tahun. Ia bahkan lulus SMA di usia 8 tahun.

Baca juga: Kisah Izzat, Pernah Jadi Kuli dan Loper Koran di Jepang, Kini Raih Gelar Doktor Biologi Kelautan

S1 di Belanda, Pindah ke Belgia


Pada usia 9 tahun, Laurent memilih jurusan teknik elektro di Belanda sebagai tujuan kuliah S1. Ia kembali mendapatkan fasilitas akselerasi. Namun karena usianya yang terlalu muda dan kampus tidak memperbolehkannya lulus sebelum usia 10 tahun, orang tuanya memutuskan memindahkannya ke Belgia.

Di University of Antwerp, yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Belgia, Laurent beralih ke jurusan fisika. Ia menyelesaikan gelar sarjana hanya dalam 18 bulan. Setelah itu, ia langsung melanjutkan S2 di jurusan dan kampus yang sama, dan berhasil merampungkannya dalam waktu satu tahun saja.

Baca juga: Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00

Raih Gelar PhD Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun


Tak berhenti di sana, Laurent melanjutkan studi doktoralnya di bidang fisika kuantum. Di usia 15 tahun, ia sudah aktif berdiskusi dan berdebat dengan para peneliti senior. Risetnya pun bukan riset biasa, melainkan penelitian mendalam di bidang fisika kuantum yang dikenal sangat kompleks.

Dalam waktu sekitar tiga tahun riset, Laurent berhasil meraih gelar PhD Fisika Kuantum di usia 15 tahun, menjadikannya salah satu doktor termuda di dunia.

Lanjut PhD Kedua di LMU Munich


Baru saja menyelesaikan PhD pertamanya, Laurent langsung melanjutkan PhD kedua di bidang medical science di LMU Munich, Jerman, salah satu universitas terbaik di Eropa.

Langkah ini sejalan dengan cita-citanya untuk menggabungkan fisika, kedokteran, dan kecerdasan buatan (AI). Ia ingin menciptakan teknologi yang mampu membantu manusia hidup lebih lama serta memperbaiki bagian tubuh yang rusak akibat penyakit atau penuaan.

Tolak Tawaran Gaji Fantastis dari Perusahaan Teknologi


Kecerdasan Laurent membuat banyak perusahaan teknologi raksasa dunia tertarik merekrutnya dengan tawaran gaji fantastis. Namun ia memilih menolak semua itu. Fokusnya bukan pada kekayaan, melainkan pada riset dan kontribusi nyata bagi kesehatan manusia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Cerita Djoko Slamet...
Cerita Djoko Slamet Pudjorahardjo, Peneliti yang Lulus S2 Teknik Fisika UGM di Usia 68 Tahun
Beasiswa Indonesia Bangkit...
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Buka Program Magister Lanjut Doktor, Kuliah S2 hingga S3 Jalur Cepat
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Raih Doktor Ekonomi...
Raih Doktor Ekonomi di Universitas Trisakti, Sabar L Tobing Tawarkan Gagasan Pajak Digital
Ashanty Ceritakan Detik-detik...
Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
Rekomendasi
Ibunda Terapi Robot...
Ibunda Terapi Robot Usai Stroke, Aldi Taher dan Sang Kakak Kompak Bagi Tugas Cari Uang
Amanda Manopo Sambangi...
Amanda Manopo Sambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Diduga Jadi Korban Pemalsuan Tanda Tangan
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Berita Terkini
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Daftar 34 PTS yang Masuk...
Daftar 34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu?
Rekrutmen BPKH 2026...
Rekrutmen BPKH 2026 Resmi Dibuka, Simak 9 Formasi, Syarat, Jadwal, dan Link Pendaftaran
Unair Jadi Kampus Terbaik...
Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved