UICI Perkuat Posisi Kampus Digital, Jangkau 2.028 Mahasiswa di 18 Negara
Jum'at, 27 Februari 2026 - 17:30 WIB
loading...
Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menegaskan komitmennya sebagai kampus digital pertama di Indonesia dengan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menegaskan komitmennya sebagai kampus digital pertama di Indonesia dengan sistem pembelajaran berbasis teknologi yang fleksibel, adaptif, dan inklusif.
Memasuki tahun kelima, UICI telah menjangkau lebih dari 2.028 mahasiswa yang tersebar di 360 kabupaten/kota di seluruh Indonesia serta 18 negara.
Hal ini disampaikan pada Exclusive Media Gathering & Iftar Night bersama insan media dan influencers di Bowl Coffee Connection, Tebet, Jakarta Selatan.
Baca juga: Daftar Negara dan Kampus Luar Negeri Tujuan Terbanyak Penerima Beasiswa LPDP
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang dialog strategis antara UICI dengan media dan influencers terkait pendidikan tinggi berbasis teknologi.
Capaian ini menunjukkan bahwa model pendidikan digital UICI mampu menembus batas geografis dan menjawab kebutuhan masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan tinggi konvensional.
Rektor UICI, Prof. Asep Saefuddin, menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan nasional.
Baca juga: Polemik Alumni Hina Negara, Dirut LPDP Bersuara: Anda Bisa Berpendidikan Tinggi dari Uang Rakyat
“Indonesia adalah negara besar dengan tantangan geografis yang tidak sederhana. Pendidikan tinggi tidak bisa lagi eksklusif dan terpusat. UICI hadir sebagai kampus digital untuk memastikan bahwa siapa pun, di mana pun berada, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas,” ujar Prof. Asep.
Prof. Asep menambahkan bahwa UICI membawa misi besar menghadirkan keadilan akses pendidikan. UICI mengusung spirit reaching the unreachable.
"Artinya, menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang terkendala jarak, pekerjaan, kondisi ekonomi, maupun keterbatasan lainnya," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, UICI yang mempunyai 7 program studi mulai Bisnis Digital, Sains Data, hingga Teknologi Industri Pertanian ini juga mengumumkan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 10 dibuka hingga 28 Februari 2026.
UICI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan SMA/SMK/sederajat, profesional, pekerja, maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel dan berbasis digital.
Menariknya, UICI juga membuka jalur prestasi dan afirmasi bagi siswa berprestasi (nilai rapor, atlet, dan seni), Tahfidz, Ketua OSIS/MPK/Ekstrakurikuler, hingga keluarga petani/buruh/nelayan.
Selain jalur-jalur tersebut, UICI juga membuka kesempatan kuliah melalui jalur Nama Asep dan jalur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di lingkup DKI Jakarta.
Memasuki tahun kelima, UICI telah menjangkau lebih dari 2.028 mahasiswa yang tersebar di 360 kabupaten/kota di seluruh Indonesia serta 18 negara.
Hal ini disampaikan pada Exclusive Media Gathering & Iftar Night bersama insan media dan influencers di Bowl Coffee Connection, Tebet, Jakarta Selatan.
Baca juga: Daftar Negara dan Kampus Luar Negeri Tujuan Terbanyak Penerima Beasiswa LPDP
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang dialog strategis antara UICI dengan media dan influencers terkait pendidikan tinggi berbasis teknologi.
Capaian ini menunjukkan bahwa model pendidikan digital UICI mampu menembus batas geografis dan menjawab kebutuhan masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan tinggi konvensional.
Rektor UICI, Prof. Asep Saefuddin, menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan nasional.
Baca juga: Polemik Alumni Hina Negara, Dirut LPDP Bersuara: Anda Bisa Berpendidikan Tinggi dari Uang Rakyat
“Indonesia adalah negara besar dengan tantangan geografis yang tidak sederhana. Pendidikan tinggi tidak bisa lagi eksklusif dan terpusat. UICI hadir sebagai kampus digital untuk memastikan bahwa siapa pun, di mana pun berada, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas,” ujar Prof. Asep.
Prof. Asep menambahkan bahwa UICI membawa misi besar menghadirkan keadilan akses pendidikan. UICI mengusung spirit reaching the unreachable.
"Artinya, menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang terkendala jarak, pekerjaan, kondisi ekonomi, maupun keterbatasan lainnya," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, UICI yang mempunyai 7 program studi mulai Bisnis Digital, Sains Data, hingga Teknologi Industri Pertanian ini juga mengumumkan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 10 dibuka hingga 28 Februari 2026.
UICI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan SMA/SMK/sederajat, profesional, pekerja, maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel dan berbasis digital.
Menariknya, UICI juga membuka jalur prestasi dan afirmasi bagi siswa berprestasi (nilai rapor, atlet, dan seni), Tahfidz, Ketua OSIS/MPK/Ekstrakurikuler, hingga keluarga petani/buruh/nelayan.
Selain jalur-jalur tersebut, UICI juga membuka kesempatan kuliah melalui jalur Nama Asep dan jalur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di lingkup DKI Jakarta.
(nnz)
Lihat Juga :