Hadapi 10 Negara, ITS Sabet Grand Champion Kompetisi Kapal Otonom Dunia 2026
Jum'at, 27 Februari 2026 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Rudy menyoroti tingginya semangat dan dedikasi anggota tim dalam riset serta inovasi. Lingkungan kampus yang kompetitif dan produktif dinilai membentuk karakter disiplin serta daya juang mahasiswa. “Semangat riset dan inovasi mahasiswa sangat luar biasa,” imbuh dosen Departemen Teknik Elektro ini bangga.
Rudy juga berharap agar capaian tim binaannya ini menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih luas, tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga pada pengembangan karya teknologi maritim berkelanjutan nantinya. “Semoga Barunastra terus mengharumkan nama ITS dan Indonesia,” tuturnya penuh harap.
Di balik capaian membanggakan tersebut, pengalaman berkompetisi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para anggota tim. Ketua Tim Barunastra ITS Davin Abhinaya Briet menuturkan bahwa kompetisi tersebut tidak hanya berfokus pada penyelesaian misi, tetapi juga menjadi ruang belajar kolaborasi global bagi pengembangan ASV. “Kompetisi ini bukan hanya lomba, tetapi juga membangun komunitas pengembang ASV,” ujarnya.
Perjalanan menuju gelar Grand Champion pun tidak ditempuh dengan mudah. Berbagai pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran menjadi bagian dari proses panjang yang dijalani seluruh anggota tim. Atas capaian tersebut, Davin menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. “Terima kasih juga atas dukungan dari Ikoma ITS dan seluruh pihak,” ungkapnya.
Rudy juga berharap agar capaian tim binaannya ini menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih luas, tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga pada pengembangan karya teknologi maritim berkelanjutan nantinya. “Semoga Barunastra terus mengharumkan nama ITS dan Indonesia,” tuturnya penuh harap.
Di balik capaian membanggakan tersebut, pengalaman berkompetisi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para anggota tim. Ketua Tim Barunastra ITS Davin Abhinaya Briet menuturkan bahwa kompetisi tersebut tidak hanya berfokus pada penyelesaian misi, tetapi juga menjadi ruang belajar kolaborasi global bagi pengembangan ASV. “Kompetisi ini bukan hanya lomba, tetapi juga membangun komunitas pengembang ASV,” ujarnya.
Perjalanan menuju gelar Grand Champion pun tidak ditempuh dengan mudah. Berbagai pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran menjadi bagian dari proses panjang yang dijalani seluruh anggota tim. Atas capaian tersebut, Davin menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. “Terima kasih juga atas dukungan dari Ikoma ITS dan seluruh pihak,” ungkapnya.
(nnz)
Lihat Juga :