Hadapi 10 Negara, ITS Sabet Grand Champion Kompetisi Kapal Otonom Dunia 2026
Jum'at, 27 Februari 2026 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 4 Jurusan ITS dengan Keketatan Terendah untuk SNBP 2026, Peluang Lolos Lebih Besar?
Keberhasilan ini tidak terlepas dari performa kapal prototipe Nala Ares Mark II yang dirancang Tim Barunastra ITS untuk menjawab tema kompetisi tahun ini, yakni Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief.
Pada kategori Autonomy Challenge, kapal dituntut mampu bermanuver mandiri di area simulasi pascabencana, mulai dari navigasi jalur evakuasi, menghindari puing berbahaya, hingga melakukan pengiriman logistik presisi tanpa kendali langsung manusia.
Selain unggul dalam performa operasional, Tim Barunastra ITS juga mencuri perhatian melalui kualitas dokumentasi desain yang dinilai komprehensif oleh dewan juri. Integrasi sistem navigasi cerdas, algoritma pengambilan keputusan adaptif, serta arsitektur perangkat lunak yang teruji menjadi fondasi utama dominasi tim dalam perhelatan tersebut.
Dosen Pembina Tim Barunastra ITS Rudy Dikairono menilai capaian tersebut membuktikan daya saing mahasiswa ITS di level global. Persaingan yang dihadapi tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari perguruan tinggi terkemuka Amerika, Eropa, dan Asia. “Mahasiswa ITS mampu bersaing sejajar dengan universitas besar dunia,” tegas Rudy yang turut mendampingi tim saat berlomba.
Baca juga: ITS Kembangkan Teknologi Deteksi TBC Berbasis Suara Batuk dan IoT
Keberhasilan ini tidak terlepas dari performa kapal prototipe Nala Ares Mark II yang dirancang Tim Barunastra ITS untuk menjawab tema kompetisi tahun ini, yakni Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief.
Pada kategori Autonomy Challenge, kapal dituntut mampu bermanuver mandiri di area simulasi pascabencana, mulai dari navigasi jalur evakuasi, menghindari puing berbahaya, hingga melakukan pengiriman logistik presisi tanpa kendali langsung manusia.
Selain unggul dalam performa operasional, Tim Barunastra ITS juga mencuri perhatian melalui kualitas dokumentasi desain yang dinilai komprehensif oleh dewan juri. Integrasi sistem navigasi cerdas, algoritma pengambilan keputusan adaptif, serta arsitektur perangkat lunak yang teruji menjadi fondasi utama dominasi tim dalam perhelatan tersebut.
Dosen Pembina Tim Barunastra ITS Rudy Dikairono menilai capaian tersebut membuktikan daya saing mahasiswa ITS di level global. Persaingan yang dihadapi tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari perguruan tinggi terkemuka Amerika, Eropa, dan Asia. “Mahasiswa ITS mampu bersaing sejajar dengan universitas besar dunia,” tegas Rudy yang turut mendampingi tim saat berlomba.
Baca juga: ITS Kembangkan Teknologi Deteksi TBC Berbasis Suara Batuk dan IoT
Lihat Juga :