Kisah Cynthia Fransisca, Lulusan SMK Cumlaude FEB UGM, Kini Diterima Kerja di EY
Minggu, 01 Maret 2026 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
“Privilege tidak datang kepada setiap orang dengan cara yang sama dan dalam waktu yang sama. Tidak selalu dalam bentuk kemudahan, tetapi seringkali dalam bentuk kesempatan, kesempatan untuk belajar, untuk mencoba, dan untuk bertahan,” katanya, dikutip dari laman UGM, Minggu (1/3/2026).
Bagi Cynthia, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan buah dari tekad, kerja keras dan ketekunan. Meski berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat memasuki awal belajar di FEB UGM, ia meyakini bahwa setiap mahasiswa memulai dari garis yang sama. Iapun menanamkan dalam diri untuk tidak merasa minder.
Bahkan diawal ia merasa cukup percaya diri, khususnya pada mata kuliah pengantar akuntansi pasalnya ia pernah mendapat bekal saat duduk di bangku SMK . Hanya saja untuk beberapa mata kuliah seperti matematika ekonomi, ia mengaku harus belajar lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
“Di satu sisi saya sempat merasa unggul di beberapa materi. Tapi di sisi lain, saya juga pernah merasa paling tidak paham. Dari situ saya belajar bahwa di perkuliahan semua akan kembali ke nol, yang membedakan hanya kemauan untuk terus belajar,” terangnya.
Untung ada kebisaan darinya sehingga selain fokus akademik, iapun sempat membagi waktu untuk aktif berorganisasi dan mengikuti berbagai lomba. Ia sempat terlibat dalam Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) serta kepanitiaan di program studinya.
Bahkan di semester kedua, ia terpilih sebagai Awardee Beasiswa Tanoto Teladan 2023–2026 dari Tanoto Foundation. Melalui Tanoto Scholar Association (TSA) UGM, iapun kemudian dipercaya menjadi staf hingga manajer divisi networking yaitu memperluas jejaring sekaligus melatih kemampuan koordinasi tim.
Memasuki perkuliahan di semester lima, Cynthia mulai fokus mengikuti berbagai kompetisi. Bersama tim, ia berhasil meraih Juara 3 pada ajang Udayana International Accounting Competition 2024, dan capaian ini memicunya terus bersemangat mencoba berbagai tantangan lomba lainnya.
Lulusan SMK Tak Minder di FEB UGM
Bagi Cynthia, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan buah dari tekad, kerja keras dan ketekunan. Meski berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat memasuki awal belajar di FEB UGM, ia meyakini bahwa setiap mahasiswa memulai dari garis yang sama. Iapun menanamkan dalam diri untuk tidak merasa minder.
Bahkan diawal ia merasa cukup percaya diri, khususnya pada mata kuliah pengantar akuntansi pasalnya ia pernah mendapat bekal saat duduk di bangku SMK . Hanya saja untuk beberapa mata kuliah seperti matematika ekonomi, ia mengaku harus belajar lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
“Di satu sisi saya sempat merasa unggul di beberapa materi. Tapi di sisi lain, saya juga pernah merasa paling tidak paham. Dari situ saya belajar bahwa di perkuliahan semua akan kembali ke nol, yang membedakan hanya kemauan untuk terus belajar,” terangnya.
Untung ada kebisaan darinya sehingga selain fokus akademik, iapun sempat membagi waktu untuk aktif berorganisasi dan mengikuti berbagai lomba. Ia sempat terlibat dalam Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) serta kepanitiaan di program studinya.
Bahkan di semester kedua, ia terpilih sebagai Awardee Beasiswa Tanoto Teladan 2023–2026 dari Tanoto Foundation. Melalui Tanoto Scholar Association (TSA) UGM, iapun kemudian dipercaya menjadi staf hingga manajer divisi networking yaitu memperluas jejaring sekaligus melatih kemampuan koordinasi tim.
Aktif di IMAGAMA dan Awardee Tanoto Teladan
Memasuki perkuliahan di semester lima, Cynthia mulai fokus mengikuti berbagai kompetisi. Bersama tim, ia berhasil meraih Juara 3 pada ajang Udayana International Accounting Competition 2024, dan capaian ini memicunya terus bersemangat mencoba berbagai tantangan lomba lainnya.
Lihat Juga :