Kisah Cynthia Fransisca, Lulusan SMK Cumlaude FEB UGM, Kini Diterima Kerja di EY
Minggu, 01 Maret 2026 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
Pernah ia meraih Gold Medal dalam International Youth Business Competition 2024 yang diadakan oleh Universitas Diponegoro, dan juara 2 pada Decarbonizing Indonesia Business Case Competition 2025. Tak terhitung berapa kompetisi ia lalui hanya mencapai semifinal karena terpaksa harus mengundurkan diri karena terbentur jadwal akademik.
Meski begitu ia tetap menempatkan proses kompetisi jauh lebih berharga dibanding hasil akhir. “Tidak semua lomba harus berakhir dengan juara, yang penting kita belajar berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah secara terstruktur,” ucapnya.
Cynthia pun mengakui perjalanan kuliahnya tidak selalu berjalan mulus. Hampir setiap awal semester ia merasa kewalahan menghadapi perubahan jadwal dan pola belajar baru. Beberapa kali, ia mengaku mengalami burnout, dan dari situ ia belajar mengenali batas diri, menyusun jadwal lebih terstruktur dan menetapkan prioritas. Pengalaman itulah yang kemudian membentuk cara pandangnya tentang makna keberhasilan.
Perjalanannya belajar di FEB UGM, dinilainya membentuk resiliensi, growth mindset, serta mampu mengambil keputusan dengan menempatkan prioritas secara matang. Iapun mengaku merasakan nilai-nilai integritas dan disiplin selama menjalani perkuliahan.
Lingkungan kampus yang suportif, baginya turut memperkuat jejaring dan kepercayaan diri untuk terus berkembang. Menjelang kelulusan, Cynthia mengaku telah diterima bekerja di salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP), yakni Ernst & Young (EY).
Baginya kesempatan mendapatkan pekerjaan itu sebagai pencapaian dari konsistensi dan keberanian mencoba berbagai peluang selama masa studi.“Kita mungkin lulus di hari yang sama, tetapi kita tidak akan berjalan di jalan yang sama. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang siapa yang paling setia pada panggilan hidupnya,” pungkas Cynthia.
Meski begitu ia tetap menempatkan proses kompetisi jauh lebih berharga dibanding hasil akhir. “Tidak semua lomba harus berakhir dengan juara, yang penting kita belajar berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah secara terstruktur,” ucapnya.
Cynthia pun mengakui perjalanan kuliahnya tidak selalu berjalan mulus. Hampir setiap awal semester ia merasa kewalahan menghadapi perubahan jadwal dan pola belajar baru. Beberapa kali, ia mengaku mengalami burnout, dan dari situ ia belajar mengenali batas diri, menyusun jadwal lebih terstruktur dan menetapkan prioritas. Pengalaman itulah yang kemudian membentuk cara pandangnya tentang makna keberhasilan.
Perjalanannya belajar di FEB UGM, dinilainya membentuk resiliensi, growth mindset, serta mampu mengambil keputusan dengan menempatkan prioritas secara matang. Iapun mengaku merasakan nilai-nilai integritas dan disiplin selama menjalani perkuliahan.
Diterima Kerja di Ernst & Young (EY)
Lingkungan kampus yang suportif, baginya turut memperkuat jejaring dan kepercayaan diri untuk terus berkembang. Menjelang kelulusan, Cynthia mengaku telah diterima bekerja di salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP), yakni Ernst & Young (EY).
Baginya kesempatan mendapatkan pekerjaan itu sebagai pencapaian dari konsistensi dan keberanian mencoba berbagai peluang selama masa studi.“Kita mungkin lulus di hari yang sama, tetapi kita tidak akan berjalan di jalan yang sama. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang siapa yang paling setia pada panggilan hidupnya,” pungkas Cynthia.
(nnz)
Lihat Juga :