Kemendikdasmen Salurkan Tunjangan Rp6 Juta untuk Guru Terdampak Banjir Sumatera
Selasa, 03 Maret 2026 - 11:37 WIB
loading...
Kemendikdasmen menyalurkan tunjangan khusus bagi guru terdampak banjir Sumatera. Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen ) menyalurkan tunjangan khusus bagi guru terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera pada akhir November 2025. Bencana tersebut melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Tunjangan khusus itu ditargetkan menyasar sekitar 59 ribu guru. Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki, menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen guru telah menerima bantuan tersebut.
Baca juga: Kemendikdasmen Naikkan Target Tunjangan Guru 3T 2026, Penerima Bertambah Jadi 65.871 Guru
“Tunjangan khusus, ada sekitar kita estimasi 59.000 dan yang sudah disalurkan 36.074 guru kondisi per 27 Februari,” ujar Jamjam pada diskusi dengan Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik), dikutip Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, setiap guru terdampak menerima tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing guru mencapai Rp6 juta. Perhitungan penyaluran dimulai sejak Desember 2025, dengan tahap terakhir diberikan pada Februari 2026.
“Nah ini memang sudah berjalan sejak tahap pertama di akhir Desember, kemudian tahap dua kemarin akhir Januari, dan tahap tiga mungkin di Februari ini sedang dilakukan verifikasi beberapa usulan-usulan yang baru masuk,” katanya.
Baca juga: 16.467 Guru dan Tendik Terdampak Bencana dapat Tunjangan Khusus, Ini Rinciannya
Menurut Jamjam, saat ini hampir seluruh wilayah terdampak di Sumatera telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Di Kabupaten Aceh Tamiang, misalnya, status tanggap darurat berlangsung hingga 24 Februari sebelum dilanjutkan masa transisi selama tiga bulan.
Dalam penanggulangan bencana, terdapat beberapa fase, mulai dari siaga darurat, tanggap darurat, hingga transisi darurat ke pemulihan. Fase transisi ini bertujuan memastikan seluruh layanan, termasuk pendidikan, dapat kembali berjalan normal.
Jamjam memaparkan, dampak bencana terhadap sektor pendidikan setidaknya mencakup tiga aspek utama. Pertama, kerusakan sarana dan prasarana sekolah akibat terjangan banjir, banjir bandang, dan longsor. Banyak ruang kelas, mebeler, buku pelajaran, alat elektronik, serta media pembelajaran rusak akibat terendam air, lumpur, maupun material kayu dan batu yang terbawa arus.
Kedua, terputusnya akses menuju sekolah. Sejumlah jembatan dan jalan dilaporkan rusak atau tertutup longsor sehingga tidak dapat dilalui siswa maupun guru. Di wilayah Aceh Tengah, beberapa guru bahkan terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sling atau tambang karena jembatan belum pulih.
Ketiga, dampak sosial yang dialami warga sekolah. Sejumlah guru dan siswa menjadi korban, baik meninggal dunia, hilang, luka-luka, rumah rusak, maupun harus mengungsi. Kondisi tersebut turut mengganggu keberlangsungan layanan pendidikan di daerah terdampak.
Kemendikdasmen memastikan akan terus memantau kebutuhan riil di kawasan bencana, termasuk memverifikasi usulan baru pemberian bantuan, guna mendukung percepatan pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir Sumatra.
Tunjangan khusus itu ditargetkan menyasar sekitar 59 ribu guru. Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki, menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen guru telah menerima bantuan tersebut.
Baca juga: Kemendikdasmen Naikkan Target Tunjangan Guru 3T 2026, Penerima Bertambah Jadi 65.871 Guru
“Tunjangan khusus, ada sekitar kita estimasi 59.000 dan yang sudah disalurkan 36.074 guru kondisi per 27 Februari,” ujar Jamjam pada diskusi dengan Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik), dikutip Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, setiap guru terdampak menerima tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing guru mencapai Rp6 juta. Perhitungan penyaluran dimulai sejak Desember 2025, dengan tahap terakhir diberikan pada Februari 2026.
“Nah ini memang sudah berjalan sejak tahap pertama di akhir Desember, kemudian tahap dua kemarin akhir Januari, dan tahap tiga mungkin di Februari ini sedang dilakukan verifikasi beberapa usulan-usulan yang baru masuk,” katanya.
Baca juga: 16.467 Guru dan Tendik Terdampak Bencana dapat Tunjangan Khusus, Ini Rinciannya
Menurut Jamjam, saat ini hampir seluruh wilayah terdampak di Sumatera telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Di Kabupaten Aceh Tamiang, misalnya, status tanggap darurat berlangsung hingga 24 Februari sebelum dilanjutkan masa transisi selama tiga bulan.
Dalam penanggulangan bencana, terdapat beberapa fase, mulai dari siaga darurat, tanggap darurat, hingga transisi darurat ke pemulihan. Fase transisi ini bertujuan memastikan seluruh layanan, termasuk pendidikan, dapat kembali berjalan normal.
Jamjam memaparkan, dampak bencana terhadap sektor pendidikan setidaknya mencakup tiga aspek utama. Pertama, kerusakan sarana dan prasarana sekolah akibat terjangan banjir, banjir bandang, dan longsor. Banyak ruang kelas, mebeler, buku pelajaran, alat elektronik, serta media pembelajaran rusak akibat terendam air, lumpur, maupun material kayu dan batu yang terbawa arus.
Kedua, terputusnya akses menuju sekolah. Sejumlah jembatan dan jalan dilaporkan rusak atau tertutup longsor sehingga tidak dapat dilalui siswa maupun guru. Di wilayah Aceh Tengah, beberapa guru bahkan terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sling atau tambang karena jembatan belum pulih.
Ketiga, dampak sosial yang dialami warga sekolah. Sejumlah guru dan siswa menjadi korban, baik meninggal dunia, hilang, luka-luka, rumah rusak, maupun harus mengungsi. Kondisi tersebut turut mengganggu keberlangsungan layanan pendidikan di daerah terdampak.
Kemendikdasmen memastikan akan terus memantau kebutuhan riil di kawasan bencana, termasuk memverifikasi usulan baru pemberian bantuan, guna mendukung percepatan pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir Sumatra.
(nnz)
Lihat Juga :